UANG PALSU : Barang bukti uang palsu sebanyak Rp 200 ribu yang diamankan di Mapolsek Loa Janan dari tangan AN, pelajar kelas 3 SMK di Loa Janan. (Photo : Istimewa)

Uang Jajan Sekolah Habis Dibelanjakan di Warung

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Aksi nekat dilakukan AN, warga Desa Purwajaya KM 5, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim). Akibat membelanjakan uang palsu (upal) yang dibuatnya sendiri, remaja berusia 17 tahun ini harus berurusan dengan aparat Kepolisian.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Loa Janan AKP M Dahlan Djauhari, melalui Kanit Reskrim Iptu Edi Hariyanto membenarkan kejadian itu. Kasus upal ini terjadi, Sabtu (9/2/2019) lalu sekitar pukul 22.00 Wita di Warung milik Pak Sutrisno di KM 6 Desa Purwajaya.

“ Saat itu pelaku datang ke warung korban dan mengeluarkan uang pecahan seratus ribuan sebanyak dua lembar. Kemudian pelaku meminta untuk ditukar dengan uang pecahan lima puluh ribuan. Ketika korban melihat dan meraba bentuk uangnya tidak sama seperti yang asli, korban lalu melapor ke Polsek Loa Janan,” jelas Edi, Senin (18/2/2019) pagi.

Usai mendapat laporan, Unit Reskrim langsung bergerak mendatangi lokasi dan mengamankan AN. Kemudian, AN dibawa ke Mapolsek Loa Janan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. 

“ Awalnya pelaku mengaku kalau uang palsu itu dia dapat dari temannya, namun karena hanya kenal di jalan, jadi pelaku tidak mengetahui rumahnya. Tapi saat kita selidiki lebih dalam lagi, ternyata pelaku sendiri yang memfotocopy uang asli di fotocopy-an,” beber Kanit.

Alasan pelajar kelas 3 SMK ini nekat membuat uang palsu, lanjut Kanit, karena AN takut ketahuan orang tuanya kalau uang jajan sekolahnya sebanyak Rp 200 ribu habis dibelanjakannya di warung.

“ Jadi pelaku mencoba memfotocopy-nya. Kepada pemilik fotocopy, pelaku mengaku kalau uang yang di fotocopy itu untuk tugas kliping sekolah. Selanjutnya pelaku membawa pulang kertas yang di fotocopy itu untuk di potong dan di lem, selanjutnya dia edarkan,” urainya.

Dalam kasus ini, AN dijerat dengan Pasal 245 KUHP tentang Mengedarkan Uang Palsu kepada masyarakat.

“ Karena pelaku masih sekolah dan harus mengikuti ujian, maka pelaku kami perbolehkan untuk bersekolah. Tapi proses hukumnya tetap berlanjut dan sudah berstatus sebagai tersangka,” pungkas Edi. (bay)

Berikan Tanggapanmu