Kanit Reskrim Ipda Heri Kuswadi (Photo : Bayu/1News) 

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Kota Bangun akan melakukan tes psikologi terhadap Bs (57), oknum guru agama yang melakukan pencabulan terhadap siswi-siswi kelas 2 di salah satu sekolah dasar (SD) tempatnya mengajar. 

Hal itu dikatakan Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Kota Bangun AKP Subari, melalui Kanit Reskrim Ipda Heri Kuswadi.

“ Iya, nanti kita akan tes psikologi pelaku. Untuk memastikan apakah pelaku ada kelainan atau tidak,” ucap Heri kepada harian ini, Minggu (24/2/2019) siang.

Hingga saat ini, beber Kanit, sudah sembilan siswi yang melapor ke Polsek Kota Bangun.

“ Kemarin baru tiga, sekarang sudah sembilan. Tapi bisa jadi korbannya bakal terus bertambah, karena menurut informasi korbannya mencapai 12 siswi,” terangnya.

Tiga dari sembilan siswi itu sudah dilakukan visum. Pasalnya tiga siswi tersebut dicabuli hingga mengenai bagian vital, sementara enam lainnya hanya di sentuh melalui celana dalam (CD) saja.

“ Bahkan ada salah satu korban ada yang merasa kesakitan dibagian vitalnya akibat pencabulan itu,” ungkap Heri. 

Mengenai pencabulan itu memang dilakukan Bs di dalam kelas saat jam pelajaran berlangsung. Bs dengan sengaja memperlihatkan video tak senonoh di depan siswi, kemudian dicabulinya dengan memasukkan tangan ke dalam rok. Bahkan perbuatan itu telah dilakukan Bs sejak akhir tahun 2018 lalu dan terakhir bulan Februari 2019. (bay)

Berikan Tanggapanmu