SELIDIKI TABUNG : Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto saat mengecek ratusan tabung gas termasuk yang bersubsidi di Dermaga SIE Mahakam, Loa Bakung. Rencananya tabung gas itu akan dibawa KM Amelia ke Biduk-biduk, Kabupaten Berau. (Photo : Bayu/1News)

1News.id, SAMARINDA – Sebanyak ratusan tabung gas LPG berbagai ukuran diamankan di Dermaga SIE Mahakam, tempat meledaknya Kapal Motor (KM) Amelia. Tabung gas itu diduga kuat sebagai penyebab ledakan yang terjadi, Selasa (5/2/2019) malam lalu.

“ Semuanya sudah kami amankan. Totalnya sebanyak 383 tabung berbagai ukuran,” kata Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto kepada awak media, Rabu (6/2/2019) sore saat ditemui di lokasi kejadian.

Untuk jumlah tabung gas berukuran 12 Kilogram (Kg) sebanyak 81 buah, kemudian ukuran 5,5 Kg sebanyak 5 buah, sementara tabung gas 3 Kg bersubdisi sebanyak 297 buah. Ditanya mengenai asal usul tabung bersubsidi itu, Kapolres mengaku masih menyelidiknya.

“ Untuk pasokan tabung bersubsidi itu masih kita selidiki lebih jauh, tapi yang jelas dari Samarinda saja,” ungkap Vendra.

Rencananya, tabung gas bersubsidi itu diangkut menggunakan KM Amelia untuk dibawa ke Biduk-biduk, Kabupaten Berau. Padahal sesuai aturan, tabung gas bersubsidi tersebut hanya boleh diperjualbelikan di Samarinda saja oleh agen atau pangkalan.

“ Kalau soal itu juga masih kita selidiki,” tegas Kapolresta, lagi.

Menilai permasalahan itu, kurangnya pengawasan dari instansi terkait yakni KSOP (Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan) Samarinda, membuat KM Amelia juga nekat mengangkut sejumlah barang berbahaya yang mudah terbakar, seperti thinner, cat, termasuk tabung gas.

Dimana seharusnya, KSOP melakukan tugasnya untuk melakukan pengawasan dan penegakan hukum di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran, serta koordinasi kegiatan pemerintahan di pelabuhan serta pengaturan, pengendalian, dan pengawasan kegiatan kepelabuhanan pada pelabuhan yang diusahakan secara komersial. Sehingga dalam hal ini, KSOP Samarinda diduga lalai dalam melakukan pengawasan keselamatan dan keamanan pelayaran terkait dengan kagiatan bongkar muat barang berbahaya.

Sementara itu, lanjut Vendra, dari hasil pemeriksaan sementara, Mukhtar, salah satu anak buah kapal (ABK) KM Amelia yang menjalani perawatan medis di rumah sakit mengaku saat kejadian sedang menyalakan alkon atau pompa air. Sehingga terjadi ledakan diduga akibat tabung gas bocor.

“ Dari keterangan dia (Muhtar,Red), memang saat itu dia ada menyalakan alkon. Kebetulan letak alkon berada di dapur kapal dan hanya berjarak 4 meter dari lokasi tempat penyimpanan tabung gas. Jadi dugaan kami sementara adanya kebocoran tabung gas,” katanya. (bay)

Berikan Tanggapanmu