AKIBAT MABUK : Usai pengeroyokan di Desa Menamang Kiri, sejumlah masyarakat dan pekerja sawit dikumpulkan oleh petugas kepolisian untuk diberikan penjelasan dan diminta tidak termakan provokasi. (Photo : Istimewa)

Akibat Salah Paham, Polisi Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Malang nasib Arnol (36), seorang karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit di Desa Menamang Kiri, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tewas setelah dikeroyok usai mendapat bacokan serta tusukan senjata tajam (sajam) di sekujur tubuhnya.‬

Insiden ini terjadi, Selasa (19/2/2019) lalu sekitar ‪pukul 17.30‬ Wita di Areal Perkebunan Kelapa Sawit milik PT Hamparan Sentosa di Desa Menamang Kiri. Bahkan para pengeroyok sebanyak empat orang sudah berhasil ditangkap tim gabungan Polres Kukar dan Polsek Muara Kaman. Mereka bernama Sulaiman (31), Erwin (19), Mursalim (35) dan Anton Setiawan (35), semuanya karyawan dibagian perawatan PT Harapan Sentosa.

“ Semuanya sudah kami tangkap. Tiga sudah ditahan, sementara satu pelakunya masih dirawat di rumah sakit karena patah tangan,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Muara Kaman AKP TM Panjaitan kepada harian ini, Minggu (24/2/2019) pagi.

Untuk Erwin dan Sulaiman ditangkap, Kamis (21/2/2019) di dalam hutan Desa Menamang Kiri, sedangkan Anton ditangkap, Jumat (22/2/2019) di rumah keluarganya di Desa Loa Janan Ilir, tepatnya di Sengkotek, Samarinda. Sementara Mursalim diamankan di rumah sakit Tenggarong sedang menjalani perawatan medis usai kejadian.

“ Dari tangan para pelaku, kami mengamankan tiga bilah parang, satu tojok (pengait buah sawit), satu kapak, satu sepeda motor, satu lembar celana dan baju kaos. Namun saat ini kami masih cari satu bukti yang masih hilang di TKP yakni pisau,” terang Panjaitan.

Pengeroyokan ini bermula saat Anton dan Erwin sedang mengkonsumsi minuman beralkohol oplosan 70 persen (aldo) di rumah rekan kerjanya bernama Budiman. Mungkin karena pengaruh alkohol, Erwin mendadak mengambil sebilah parang. Melihat hal itu, Budiman langsung bertanya untuk apa? Kemudian dijawab Erwin untuk membunuh orang yang ternyata adalah Arnol.

Karuan saja, Budiman lalu bergegas mendatangi Arnol. Ketika sedang mengobrol, Sulaiman tiba-tiba datang sambil marah-marah dan ingin memukul Arnol. Saat Budiman mencoba melerai, Mursalim juga datang dengan membawa parang dan langsung menghampiri Arnol. Kemudian Budiman diminta untuk tidak ikut campur.

Merasa keselamatannya terancam, Arnol lalu mencoba melarikan diri. Tapi naas, Arnol tetap dikejar hingga terus dihujani bacokan dan tusukan.

“ Nah saat itulah Mursalim (pelaku) mengalami patah tangan. Saat menangkap korban, Anton yang baru datang langsung melayangkan sajam ke arah korban. Tapi sajam tersebut malah mengenai tangan Mursalim sehingga patah,” kata Panjaitan.

Usai pengeroyokan, Erwin dan Sulaiman langsung melarikan diri ke hutan, sedangkan Anton ke Samarinda. Sementara Mursalim oleh pihak perusahaan langsung dibawa ke rumah sakit guna perawatan medis.

“ Kalau korban tak berhasil diselamatkan. Saat diperjalanan ke rumah sakit, korban meninggal dunia,” tutur Kapolsek.

Mendapatkan laporan itu, Polsek Muara Kaman dipimpin Kanit Reskrim Iptu Sukardi langsung menuju lokasi kejadian dengan jarak tempuh 4 jam dari Mapolsek. Setibanya disana, petugas lalu mengumpulkan masyarakat dan para pekerja sawit untuk diberikan penjelasan dan tidak terprovokasi.

“ Ini hanya salah paham dan juga diakibatkan pengaruh alkohol. Jadi saya harap masyarakat tidak terprovokasi, serahkan semuanya kepada kami. Apalagi ke empat pelaku sudah kami tangkap dan akan hukum sesuai perbuatannya sesuai Pasal 170 ayat 2 ke 3e KUHP tentang Pengeroyokan yang mengakibatkan meninggalnya seseorang,” imbuh Kapolsek.

Sementara itu, Kasat Reskrim AKP Damus Asa menerangkan, dari hasil visum di RSUD AW Sjahranie Samarinda, Arnol mendapatkan 25 luka akibat bacokan dan tusukan di kepala, bahu, kaki, tangan dan dada. (bay)

Berikan Tanggapanmu