SARJANA CABUL : Kanit Reskrim Polsek Muara Wahau, Ipda Erwin Susanto saat memintai keterangan Rupetus Tay alias Liber lantaran tega mencabuli Mentari, balita berusia 3 tahun. (Photo : Istimewa)

Sempat Tidak Mengaku Selama Seminggu Ketika Ditanya Polisi

1News.id, KUTAI TIMUR – Seorang pemuda berusia 26 tahun bernama Rupetus Tay alias Liber diamankan petugas Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Muara Wahau. Pria pendatang asal Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini ditangkap lantaran mencabuli seorang balita berusia 3 tahun 5 bulan, sebut saja Mentari.

Kapolsek Muara Wahau AKP Sukirno didampingi Kanit Reskrim Ipda Erwin Susanto menerangkan, pencabulan yang dilakukan Liber terjadi di minggu kedua bulan Januari 2019 lalu di sebuah perumahan atau mess karyawan di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

“ Korban adalah anak teman kerja pelaku selama di Kutim. Pencabulan itu dilakukan pelaku di depan teras rumah pelaku saat kedua orang tua korban sedang absen di kantor,” kata Erwin kepada harian ini, Kamis (7/2/2019) pagi.

Saat orang tua Mentari tidak ada. Seperti biasanya, Liber menggendong Mentari dan membawanya ke rumahnya di sebelah. Namun entah apa yang dipikirkan Liber saat itu. Dia lalu membawa Mentari ke sebuah kursi pendek dan mengajaknya duduk disana. Kemudian secara perlahan, Liber lalu menurunkan celana Mentari hingga mencapai lutut.

“ Saat itulah pelaku mencabuli korban dengan memegang kemaluannya hingga korban kesakitan,” beber Kanit.

Setelah mencabuli Mentari, Liber kemudian mengantarnya pulang ke rumah. Tapi namanya bau busuk tetaplah tercium. Besok harinya saat ibunya membersihkan bagian kemaluannya usai buang air, Mentari mendadak kesakitan. Namun saat ditanya oleh ibunya, Mentari tak mau mengaku.

“ Nah, sekitar dua minggu setelah kejadian, korban yang sedang bersama ibunya melihat pelaku. Korban langsung menunjuk pelaku sambil mengatakan itu om yang mencabulinya,” terang Erwin.

Tak terima, Kamis (31/1/2019) lalu orang tuanya beserta Mentari melapor ke Polsek Muara Wahau.

“ Awalnya pelaku tidak mau mengakuinya dan itu terjadi selama seminggu. Tapi setelah dilakukan visum dan dinyatakan ada robekan dikemaluan akibat benda tumpul, pelaku akhirnya mengakuinya perbuatannya kepada polisi,” urai Erwin.

Akibat perbuatannya itu, Liber yang merupakan seorang Sarjana Matematika di salah satu Universitas di Flores ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dibalik jeruji besi Mapolsek Muara Wahau. 

Liber sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) UURI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah  Pengganti Undang-undang No 1 tahun 2016 tentang Perubahan ke 2 atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak menjadi Undang-undang dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (bay)

Berikan Tanggapanmu