PESAN DILAPAS : Rani saat diamankan di Polsek Muara Wis didampingi Kapolsek Muara Wis AKP Sugeng Hariadi (kiri pertama) didampingi Kanit Patroli Ipda Oni Suprandita (dua dari kanan). (ist)

Polisi Amankan 22 Poket Sabu yang Sempat Dibuang

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Ibarat kata pepatah “ Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga ”. Itulah yang pantas dikatakan kepada Muhammad Rani (28) warga Jalan Poros, Desa Lebak Cilong RT 05, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Karena mengedarkan narkoba, Rani harus berurusan dengan aparat kepolisian.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kapolsek Muara Wis AKP Sugeng Hariadi menerangkan, Rani ditangkap, Kamis (31/1/2019) malam kemarin sekitar pukul 23.30 wita di rumahnya di Desa Lebak Cilong. Dimana terungkapnya kasus ini bermula adanya laporan masyarakat yang resah dengan maraknya peredaran narkoba.

“ Dari laporan itu, saya bersama anggota langsung turun ke lapangan untuk lakukan penyelidikan di sekitaran Desa Lebak Cilong dan berhasil menangkap tiga warga yang habis pesta narkoba,” kata Sugeng kepada harian ini, Jumat (1/2/2019) pagi.

Ternyata lanjutnya, para pemakai sabu yang ditangkap itu mengaku membeli barang kepada Rani, seorang pengedar yang sudah tiga bulan menjadi target operasi (TO) kepolisian. Namun sering kali hendak ditangkap, Rani selalu berhasil melarikan diri.

“ Pelaku ini licin (susah ditangkap) dan sekarang baru berhasil kami tangkap,” ungkap Kapolsek.

Rani tertangkap saat berada di dalam rumah. Usai dilakukan pengintaian disekeliling rumah Rani, barulah polisi bergerak untuk melakukan penggerebekan.

“ Ketika digerebek, pelaku sempat membuang barang bukti melalui jendela rumahnya. Tapi anggota sudah berjaga-jaga diluar dan melihat bukti yang dibuangnya itu,” ucap Sugeng.

Alhasil, pria yang sehari-hari menjual bensin eceran ini tak bisa berkutik dan melarikan diri lagi dari kejaran polisi. Rani pasrah dan mengakui kalau barang yang dibuang itu adalah miliknya.

“ Yang dibuangnya itu sebuah bungkus rokok. Saat kita buka ternyata isinya 22 poket sabu seberat 9,24 gram. Selain itu kita juga temukan satu pak plastik klip kosong, satu korek api, satu pipet, dua sendok takar serta sebuah handphone,” urai Sugeng.

Usai diamankan Rani lalu digiring ke Mapolsek Muara Wis untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Kepada polisi, Rani membeberkan kalau barang yang dibelinya itu dipesan dari salah seorang narapidana di Lapas klas IIB Tenggarong berinisial AR. Setiap membeli, Rani memesan dengan menghubungi lewat handphone.

“ Itu pengakuan pelaku. Kalau sudah memesan kepada Narapidana di Lapas Tenggarong, barulah pelaku mengambil barang pesanannya. Tapi tidak di Lapas, melainkan di pinggir jalan. Itupun tidak ketemu langsung sama kurirnya, tapi barangnya di lempar begitu saja di tempat yang telah disepakati,” ungkap Sugeng.

Tapi mengenai hal tersebut, pihaknya masih mendalaminya.

“ Masih kita dalami soal itu, semoga saja pelaku lainnya berhasil kami tangkap. Kami tidak ingin peredaran narkoba di Kukar, khususnya di Kecamatan Muara Wis makin merajalela dan merusak generasi muda,” tutur Kapolsek, lagi.

Mengenai Rani, saat ini sudah diamankan di sel Mapolsek Muara Wis. Dia dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Jo pasal 112 ayat (2) UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (bay) 

Berikan Tanggapanmu