HANCUR BERANTAKAN : Tim gabungan saat melakukan pencarian tiga ABK kapal yang dilaporkan hilang pasca kejadian kapal KM Amelia meledak, Selasa (5/2/2019) malam. Tampak terlihat puing-puing sisa dari ledakan itu mengapung di atas sungai. (Photo : Bayu)

Tiga ABK Kritis, Satu Selamat dan Tiga Masih Dicari

1News.id, SAMARINDA – Sebuah Kapal Motor (KM) bermuatan sembako dan tabung gas LPG di Dermaga SI Mahakam, RT 23, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (5/2/2019) malam sekitar pukul 21.30 Wita meledak. Bahkan, sebuah Kapal Motor (KM) bernama Tanjung Emas yang bersandar bersebelahan dengan KM Amelia, ikut tenggelam.

Menurut informasi, di KM Amilia itu terdapat tujuh orang anak buah kapal (ABK). Akibat insiden itu, tiga ABK mengalami kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Sementara tiga ABK lainnya dilaporkan hilang tenggelam bersama kapal dan masih dilakukan pencarian oleh tim gabungan Polri, TNI, SAR, BPBD, serta sejumlah relawan di Samarinda.

Dua dari tiga ABK yang berada di rumah sakit bernama Ningsih dan Uta, sedangkan satunya belum diketahui identitasnya.

“ Sampai saat ini, laporan yang kami terima ada tiga orang yang dilarikan ke rumah sakit. Satu di Rumah Sakit Hermina, dua di Rumah Sakit Umum AW Sjahranie,” kata Kepala SPKT Polresta Samarinda, Iptu Hardi kepada awak media di lokasi kejadian.

Hardi membenarkan kalau sekitar pukul 21.30 Wita terdengar suara ledakan hingga radius 2 Kilometer (KM). Setelah mendapat laporan, pihaknya langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara (TKP).

“ Pas kami sudah di TKP ya sudah hancur seperti ini. Untuk sementara ini kami belum bisa memastikan asal usul ledakan itu, namun dari keterangan sementara ada dua kapal yakni KM Tanjung Emas dan KM Amelia,” urainya, lagi.

Mengenai jumlah korban yang masih dicari, Hardi mengaku belum bisa memastikan.

“ Infonya ada tiga orang lagi yang dicari, namun masih simpang siur. Kita tunggu saja lebih pastinya,” ucapnya.

Hingga pukul 23.00 Wita pencarian terus dilakukan dengan menyisiri pinggiran sungai di sekitaran Dermaga milik H Zainal itu. Namun melihat hari sudah makin gelap dan membahayakan keselamatan tim, pencarian akan dilakukan kembali, Rabu (6/2/2019) pagi.

“ Malam ini (Selasa,Red) kita akan standby dan akan membangun posko disini. Mengingat hari sudah gelap dan air sungai makin pasang, pencarian akan dimulai besok pagi lagi,” jelas Kepala Unit Siaga SAR Samarinda, Dede Hariyana.

Sementara itu, Alimin (48) Pengawas Dermaga SI Mahakam mengatakan, saat itu dirinya sedang duduk di dermaga. Ketika terdengar suara ledakan, Alimin bergegas menyelamatkan istri dan anaknya untuk menjauh dari dermaga.

“ Waktu duduk-duduk di dermaga, saya tidak cium aroma apa-apa.  Begitu ada ledakan, saya langsung mendatangi anak istri saya dan membawanya jauh dari dermaga,” terangnya.

Mengenai dua kapal itu, jelas dia, tiba di dermaga sejak Senin (4/2/2019) kemarin. Pertama KM Amelia, baru KM Tanjung Emas.

“ Kapal KM Amelia ini dari Biduk-biduk, Berau. Sedangkan KM Tanjung Emas dari sini saja (Samarinda,Red). Rencananya Kapal Amelia ini akan membawa sembako dan tabung gas LPG kembali ke Biduk-biduk. Sementara Kapal Tanjung Emas mau bawa pupuk ke Mahakam Ulu (Mahulu), tapi belum dimuat,” ujar Alimin.

Akibat ledakan itu, sejumlah warga geger. Mereka tidak menyangka kalau suara tersebut berasal dari kapal meledak itu.

“ Tadi saya lagi ngopi di rumah sambil bersender di dinding. Pas ada ledakan saya kaget banget, kemudian kepala saya yang lagi bersender seperti bergetar kencang banget. Kemudian saya keluar rumah dan sudah rame banyak warga,” ucap Pak Agi (56) warga Pasar Kemuning, Loa Bakung yang berada di lokasi.

Bahkan tambahnya, keluarganya yang tinggal di Jalan M Said, Karang Paci juga mendengar suara ledakan itu.

“ Keluarga di M Said tadi nelpon saya. Ternyata mereka dengar juga, padahal jauh betul jaraknya dari sini,” ungkap Agi.

Pantauan dilapangan, di lokasi dermaga terdapat banyak pecahan kaca dan kayu serta barang-barang yang berserakan yang diduga berasal dari kapal meledak itu. Bahkan petugas Kepolisian dari Polsekta KP3 Samarinda bersama Polresta Samarinda dan Polsekta Sungai Kunjang sudah memasang garis polisi dan melarang masyarakat untuk menyaksikan di dalam dermaga demi keselamatan.

“ Selamat dari Ledakan, Tapi Uang Rp 40 Juta Raib ”

DALAM insiden meledaknya Kapal Motor (KM) Amelia itu. Salah seorang anak buah kapal (ABK) bernama Alamsyah berhasil selamat. Pasalnya saat kejadian, pria yang bertugas sebagai Kepala Kamar Mesin (KKM) di KM Amelia itu sedang berada diluar kapal.

“ Saya lagi diluar kapal,” ucap Alamsyah, singkat.

Meski selamat, Alamsyah mengaku kehilangan uang miliknya sendiri sebesar Rp 40 juta yang disimpannya di dalam tas ransel berwarna hitam. Namun saat tas tersebut ditemukan dan dibuka oleh seorang polisi disaksikan sejumlah saksi, uang tersebut tidak ada di dalam tas.

“ Tadi diperiksa sama-sama uangnya tidak ada,” cetusnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu