1News.id, Cilacap – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cilacap memanggil Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji untuk diperiksa terkait dugaan pelanggaran Pemilu, Rabu (13/2/2019) siang.

Tatto diadukan hadir pada deklarasi kepala daerah mendukung salah satu pasangan calon.

Saat itu, lewat video yang viral di media sosial, diadakan pertemuan 31 kepala daerah se-Jawa Tengah mendukung salah satu pasangan calon presiden.

Para kepala daerah diundang Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Mereka membuat simbol angka dengan jarinya sebagai nomor urut pasangan capres.

Tatto memenuhi panggilan Bawaslu Cilacap guna mengklarifikasi laporan dugaan pelanggaran tersebut, sekitar pukul 14.15 WIB, dan diterima Ketua Bawaslu Bachtiar Hastiarto didampingi anggota Bawaslu, Erina.

Sementara, Bupati didampingi Kabag Humas dan Protokol Setda, Taryo SSos MM dan Kabag Hukum Setda, Hadiman Wirya Pamungkas SH MSi.

Sebelum sidang klarifikasi dimulai, Bachtiar memberikan kesempatan kepada awak media mengambil gambar selama 3 menit.

Usai sidang klarifikasi yang berlangsung sekitar satu jam, kepada awak media Tatto mengatakan pihaknya sudah diklarifikasi atau ditanya dengan 22 pertanyaan.

Menurut Tatto, salah satu pertanyaan yang dilontarkan Bawaslu adalah kedatangannya di Hotel Alela, Solo pada Sabtu, 26 Januari 2019.

Ditambahkan, kenapa dan ada apa di sana, Tatto menjawab bahwa sudah menjadi kebiasaan dipanggil, diundang Gubernur di manapun.

“Ya kita ngopi bersama. Tanya-tanya kabar, bagaimana situasi di daerah. Bagaimana situasi pembangunan di daerah, bencana, dan lain-lain,” beber Bupati.

Namun, sambung dia, ini menjadi luar biasa manakala ditanya oleh Gubernur perihal aspirasi politik.

“Saya katakan, pembangunan yang sedang dilakukan di Cilacap selaras dengan kebijakan pemerintah. Bahwa Bangga Mbagun Desa sejalan dengan program pemerintah. Kalau pemerintah ingin maju, bangunlah Cilacap. Kalau Cilacap ingin maju, bangunlah desa,” terangnya.

Tatto mengatakan, Gubernur tidak memaksa tentang ini, juga kepada bupati yang lain. Apa salah saya? Tapi saya rasa ini harus dilanjutkan.

Ditanya deklarasi, Tatto menjelaskan tidak semua bupati ikut deklarasi. “Bagi saya, pembangunan di Cilacap harus dilanjutkan, dan saya pribadi mendukung Jokowi,” tegasnya.

Tentang fasilitas negara dia mengatakan bahwa sebelum sampai hotel transit terlebih dahulu untuk beristirahat.

“Dari hotel saya naik taksi. Pulangnya baru dijemput. Saya itu tahu diri, nggak mungkin saya menggunakan fasilitas negara,” ungkap suami dari Teti Rohatiningsih itu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Cilacap, Bachtiar Hastiarto menjelaskan pihaknya melontarkan pertanyaan Tatto hadir pada deklarasi itu siapa yang mengundang, datang ke Hotel Alela, Surakarta, untuk apa, dan apa yang dilakukan di sana.

“Seperti dijelaskan beliau, datang ke sana untuk ngopi bareng, ngobrol situasi daerah, dan entah kenapa saat itu Gubernur menanyakan siapa yang mendukung paslon 01,” katanya.

Menurut dia, saat itu tidak ada paksaan dari Gubernur dan setelah mengatakan hal itu mereka berdiri, dan langsung deklarasi.

Bachtiar menegaskan, klarifikasi ini permintaan Bawaslu Jawa Tengah. “Kami diminta untuk mengklarifikasi kepada bupati apa yang dilakukan di sana dan dalam rangka apa. Itu saja,” ujarnya.

Dia meneruskan, hasil dari klarifikasi ini akan dikirim ke Bawaslu Jawa Tengah, karena mereka yang minta. (Red/E)

Berikan Tanggapanmu