AKIBAT MENATAP : Luki Purnomo, seorang warga di Tenggarong terbaring di rumah sakit usai dikeroyok empat pemuda saat sedang menonton kuda lumping, Sabtu (2/2) kemarin. (ist)

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Entah mimpi apa semalam. Seorang pemuda berusia 25 tahun bernama Luki Purnomo babak belur di keroyok sejumlah pemuda saat sedang menyaksikan pertunjukan kuda lumping di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (2/2) dini hari.

Akibat pengeroyokan tersebut, pemuda yang tinggal di Jalan Etam, Kelurahan Jahab, Tenggarong itu harus mendapatkan penanganan intensif di rumah sakit.

“ Korban masih dirawat karena mengalami luka dibagian kepala dan pinggangnya,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kapolsek Tenggarong Iptu Triyadi kepada harian ini, Minggu (3/2) sore.

Pengeroyokan itu, jelas Kapolsek, berawal saat Luki sedang duduk sambil menyaksikan pertunjukkan kuda lumping dalam rangka Hari Jadi Desa Rapak Lambur sekitar pukul 00.30 Wita. Tiba-tiba sekelompok pemuda melintas di depannya dan terjadilah tatap-menatap antara Luki dengan salah satu pemuda di rombongan itu.

Merasa tatapan itu seperti menantang, Luki langsung mendatangi pemuda itu dan menyinggungnya. Ternyata apa yang dikatakan Luki membuat pemuda itu tersinggung dan langsung mengajak Luki untuk ke tempat yang agak jauh dari keramaian.

“ Saat itulah terjadi perkelahian hingga korban dikeroyok sebanyak empat orang sampai babak belur,” jelas Kapolsek.

Tak lama setelah itu, rekan Luki yang melihat pengeroyokan langsung menyelamatkannya dan membawa Luki pulang ke rumah. Selanjutnya Luki dibawa ke rumah sakit karena menderita luka yang serius.

“ Besok paginya baru kita mendapatkan laporan pengeroyokan itu. Kemudian saya bersama Wakapolsek dan Kanit Reskrim langsung turun ke lapangan untuk mencari siapa para pemuda yang mengeroyok korban,” terang Triyadi.

Ternyata bebernya, pemuda yang mengeroyok Luki sebanyak empat orang itu merupakan anak pencak silat. Mereka bernama Ivan Vendryanto (26), Andi Sandjaya (19), Rizk Santoso (24) dan seorang pelajar berinisial RK (18), semuanya warga Desa Rapak Lambur.

“ Ke empat pemuda yang mengeroyok korban siang harinya kami jemput di Desa Rapak Lambur, kemudian kami bawa ke Polsek Tenggarong untuk diamankan,” urai Kapolsek.

Dalam kasus ini ke empat pemuda itu di jerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

“ Mereka tidak saling kenal, bahkan tidak ada masalah sebelumnya. Pengeroyokan itu hanya gara-gara saling tatap menatap sehingga timbulnya ketersinggungan,” ungkap Triyadi. (bay)

Berikan Tanggapanmu