AKIBAT MEMERAS : LF saat diamankan Tim Alligator Satreskrim Polres Kukar, Rabu (9/1/2019) pagi di rumahnya di Jalan AM Sangaji, Tenggarong. (ist)

Gunakan Nomor Baru, Minta Uang Rp 5 Juta Lewat Whatsapp

1News.id, Kutai Kartanegara – Entah apa yang ada dalam pikiran LF (28) seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) ini. Dirinya nekat menyamar sebagai orang lain dan memeras mantan iparnya sendiri berinisial SD melalui Whatsapp dengan mengancam akan menyebarkan video bugil atau telanjang milik SD ke media sosial (Medsos). 

Akibat perbuatannya tersebut, LF yang tinggal di Jalan AM Sangaji, Gang 4, RT 016, Kelurahan Baru ini harus diamankan Tim Alligator Satreskrim Polres Kukar dibawah pimpinan Kanit Opsnal Ipda Aksar, Rabu (9/1/2019) pagi.

“ Pelaku sudah kami amankan dan masih dalam pemeriksaan. Pelaku kami kenakan Undang-undang ITE tentang informasi dan transaksi elektronik dan Pemerasan sebagaimana di atur dalam Pasal 368 KUHP,” terang Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kasat Reskrim AKP Damus Asa kepada harian ini.

Kasus pemerasan sekaligus pengancaman yang menimpa SD terjadi, Kamis (3/1/2019) lalu. Ketika itu SD mendapat kiriman pesan dari nomor yang tidak dikenal melalui Whatsapp. Dalam pesan tersebut dikatakan bahwa pemilik nomor tidak dikenal itu memiliki video bugil milik SD dan akan disebarkan.Bahkan, pemilik nomor itu sempat mengirimkan video bugil ke Whatsapp SD. Namun, lanjut Damus, video tersebut hanya sebentar saja dikirim dan kembali ditarik atau dihapus oleh pengirimnya.

“ Jadi setelah pelaku mengatakan memiliki dan sempat mengirimkan video itu kepada korban. Pelaku lalu mengancam akan menyebarkan video tersebut apabila tidak mengirimkan uang sebanyak Rp 5 juta,” ucap Kasat.

Ketika itu, SP tidak mengetahui siapa pengirim pesan itu dan hanya sempat mentransfer sebanyak Rp 1,5 juta saja. Merasa terancam, SP langsung melapor ke Polres Kukar, Jumat (4/1/2019) esok harinya.

“ Setelah kami menerima laporan, Tim Alligator Polres Kukar langsung melakukan penyelidikan dilapangan. Sampai akhirnya diketahui kalau yang mengancam dan memeras korban adalah pelaku (LF,Red.),” urai Damus.

Usai identitas LF dikantongi, petugas langsung meringkus LF di rumahnya Rabu pagi sekitar pukul 10.00 wita. Saat di introgasi, LF mengakui bahwa dirinya pemilik nomor dan melakukan pemerasan terhadap SD.

“ Pelaku itu dulunya memiliki hubungan keluarga sama korban. Sebelum bercerai, pelaku pernah menikah dengan saudara sekandung suaminya korban. Meski sudah tidak ada hubungan keluarga lagi, pelaku masih sering ke rumah korban dan pernah meminjam handphone korban. Diduga kuat, saat itulah pelaku mengambil video bugil milik korban,” ujar Damus.

Untuk bukti kasus pengancaman dan pemerasan yang dilakukan LF. Polisi menyita 2 unit handphone, satu print out perbincangan antara LF dengan SD di Whatsapp serta Akun Whatsapp yang digunakan LF. (bay)

Berikan Tanggapanmu