TEMPATI POSKAMLING : Kapolsek Kenohan Muhammad Julaini bersama Kanit Binmas Iptu Budiono saat menyambangi Poskamling, tempat Kakek Gamaat tinggal sehari-hari. (ist)

Gamaat, Kakek 83 Tahun Pengrajin Anyam Bambu di Kecamatan Kenohan

POSKAMLING ukuran 3×4 meter yang berada di RT 01 Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi bukti masih banyaknya masyarakat miskin di Kabupaten yang dikenal kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) ini. Ialah Gamaat, kakek berusia 83 tahun yang hidup sebatangkara. Dia hidup tanpa memiliki keluarga dan tinggal cukup lama di poskamling yang sudah tidak digunakan tersebut. 

(Oleh : Bayu1News)

SETIAP harinya, Kakek Gamaat harus bertahan hidup dengan mengandalkan anyaman bambu yang dia buat menjadi penangkap ikan serta dinding pondok bambu. Tapi tak setiap hari ada saja yang membeli anyaman tersebut, sehingga Gamaat harus “ puasa ” atau menahan rasa lapar disaat yang lain menikmati masa tuanya bersama keluarga.

Karuan saja, ketika Kapolsek Kenohan Iptu Muhammad Julaini didampingi Kanit Binmas Iptu Budiono dan jajaran menyambang Poskamling, Jumat (11/1/2019) pagi sekitar pukul 08.55 wita membuat Kakek Gamaat terharu. Gamaat tak menyangka ada rezeki datang ke rumahnya. Pasalnya rombongan dari Polsek Kenohan tersebut datang untuk memberikan bantuan berupa sembako.

“ Ya Allah, terimakasih Pak Kapolsek. Saya sangat bersyukur dengan bantuan ini dan saya doakan semoga Polri tetap jaya dan sukses selalu,” ungkap Kakek Gamaat yang sudah tua renta ini.Kegiatan “ Jumat Berbagi” ini merupakan program Kapolri Jendral Pol Prof Tito Karnavian sekaligus salah satu dari 7 program prioritas Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar. Dalam kesempatan itu, Kapolsek menyerahkan secara langsung bantuan berupa sembako.

“ Ya beginilah kondisi Kakek Gamaat. Dia hanya tinggal sendirian di Poskamling yang sudah tidak digunakan. Disitu juga Kakek Gamaat tidur, makan hingga menganyam bambu untuk dijual sebagai penghasilan sehari-hari,” ucap Kapolsek Kenohan Iptu Muhammad Julaini kepada harian ini.

Ini, lanjut Kapolsek, merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap sesama masyarakat yang kurang mampu. Selain itu hal ini juga menjadi moment untuk menjalin silaturahmi dan mempererat hubungan antar masyarakat dan Polri.

“ Mari kita saling bahu membahu membantu serta membangun kehidupan masyarakat khususnya kepada mereka yang kurang mampu. Jangan merasa dan menganggap kehadiran Polisi sebagai beban masyarakat dalam beraktifitas, tetapi sebaliknya kehadiran Polisi di tengah masyarakat adalah selaku pelindung, pengayom dan pengaman serta pelayan masyarakat,” terang Julaini. (*)

Berikan Tanggapanmu