AKIBAT MENDUDA : Kanit Reskrim Polsek Tenggarong Seberang Ipda Hadi Winarno saat jumpa pers dengan awak media, Rabu (2/1/2019) pagi terkait kasus asusila yang dilakukan Sutrisno kepada anak kandungnya sendiri. (Bayu/1News)

Ancam Potong Kaki dan Tangan Korban, Pelaku Ditangkap di Warung “ Kopi Pangku ”

1News.id, Kutai Kartanegara – Menduda selama tiga bulan ternyata membuat Sutrisno lupa diri. Pria berusia 61 tahun ini tega menyetubuhi darah dagingnya sendiri, sebut saja Mawar (6). Akibat perbuatannya, pria yang memiliki usaha jual beli air bersih ini harus mendekam di sel Mapolsek Tenggarong Seberang.

“ Saat ini pelaku sudah kami tahan dan ditetapkan sebagai tersangka. Dia kami jerat dengan Pasal 76 huruf D Jo Pasal 81 ayat (1) (2) (3) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dibawah umur dengan ancaman 15 tahun penjara,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Abdul Rauf, melalui Kanit Reskrim Ipda Hadi Winarno, Rabu (2/1/2019) pagi.

Aksi bejat yang dilakukan Sutrisno ini pertama kali diketahui pengasuh Mawar, Kamis (27/12/2018) lalu. Ketika itu Mawar mengeluh kesakitan pada kemaluannya ketika buang air. Sontak saja, pengasuh Mawar menaruh curiga dan langsung bertanya kepada Mawar ada apa? Kemudian Mawar langsung memberitahukan bahwa Rabu (26/12/2018) lalu telah disetubuhi oleh Sutrisno, bapak kandungnya.

“ Jadi sejak menduda, pelaku hanya tinggal berdua saja dengan korban, dan saat bekerja korban dijaga oleh pengasuhnya. Sementara mantan istri ketiganya itu sudah menikah lagi. Mungkin karena sering melihat korban tidak berpakaian di rumah, membuat pelaku nafsu dan nekat menyetubuhi anaknya sendiri,” terang Hadi.

Selanjutnya, pengasuh Mawar yang kaget dengan pengakuan itu langsung memberitahukan perbuatan Sutrisno kepada ibu Mawar. Kemudian kasus ini dilaporkan ke Polsek Tenggarong Seberang, Jumat (28/12/2018) lalu. Setelah itu Sutrisno berhasil diamankan saat sedang duduk disalah satu warung di Jalur Poros Tenggarong – Samarinda oleh petugas.

“ Awalnya saat ditangkap pelaku tidak mengakuinya, bahkan menantang bunuh saja dirinya. Tapi bukti dari hasil visum dokter dan keterangan korban sudah menegaskan kalau pelaku bersalah. Sehingga ketika di kantor, pelaku tak bisa berkutik dan mengakui kesalahannya,” ucap Kanit.

Hadi menambahkan, dari hasil pemeriksaan, bocah yang masih duduk dibangku Taman Kanak-kanak (TK) ini mengatakan telah disetubuhi oleh bapak kandungnya sendiri sebanyak tiga kali. Itu semua dilakukan Sutrisno di rumah mereka yang berada di bilangan Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara (Kukar).

“ Jadi pelaku sudah menyetubuhi korban sebanyak tiga kali. Pertama tanggal 6 November 2018 sekitar pukul 22.00 wita di bangsalan yang terletak di Desa Bukit Raya RT 16 Tenggarong Seberang. Kemudiantanggal 18 November dan terakhir 26 Desember. Itu semua dilakukan ditempat yang sama,” tuturnya.

Dalam melakukan aksinya, Sutrisno tak segan-segan mengancam anak kandungnya sendiri. Bahkan Sutrisno mengatakan akan memotong tangan dan kakinya apabila Mawar tidak mau menuruti nafsu bejatnya. Meskipun, ungkap Hadi, saat disetubuhi Mawar mengatakan kesakitan.

“ Ya tetap dipaksa sampai pelaku puas. Setelah disetubuhi, korban dikasih uang sebesar Rp 3 ribu sampai Rp 5 ribu oleh pelaku,” katanya.

Sementara itu, Sutrisno mengaku khilaf saat ditanya awak media. Dia mengaku sudah menikah sebanyak tiga kali dan yang terakhir harus bercerai dengan ibunya Mawar.

“ Saya khilaf pak. Pas saya menyetubuhi dia (Mawar,Red.) saya ingat dengan istri tertua saya yang sudah meninggal,” akunya. (bay)

Berikan Tanggapanmu