HIDUP KEKURANGAN : Kapolsek Sebulu AKP Zainal Arifin bersama anggota saat menyambangi rumah Ibu Saidah, yang tidak dapat melihat dan mengurus anaknya yang keterbelakangan mental di Desa Sebulu Ilir, Jumat (11/1/2019) kemarin. (ist)

Ketika Polisi Sambangi Warga Tuna Netra di Sebulu

MEMILIKI kekurangan pada tubuhnya ternyata tak membuat Ibu Saidah lemah menghadapi kehidupan. Ya, nenek yang sudah mengijak usia 72 tahun ini harus kehilangan kedua matanya atau tuna netra (kebutaan,Red.) akibat penyakit yang diderita dan tertusuk ranting pohon sejak 4 tahun lalu. Meski tidak dapat melihat, Ibu Saidah harus terus berjuang bersama ketiga anaknya.

(Oleh : Bayu1News)

SELAMA tinggal di sebuah rumah di Desa Sebulu Ilir RT 03, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Ibu Saidah hanya mengandalkan salah seorang anaknya yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) atau pembantu di Tenggarong untuk biaya hidup sehari-hari. Pasalnya, kedua anak lainnya menderita keterbelakangan mental dan autis.

Setiap anaknya sedang bekerja di Tenggarong, Ibu Saidah terpaksa harus menjaga kedua anaknya itu di rumah yang pernah di renovasi saat program bedah rumah oleh Pemkab Kukar semasa Ibu Rita Widyasari. Meski dalam kondisi tak bisa melihat, Ibu Saidah tak pernah menyerah dan tetap berusaha agar segala urusan di dalam rumah bisa terselesaikan.

Mengentahui ada warganya yang kurang mampu. Jumat (11/1/2019) pagi kemarin sekitar pukul 09.00 wita, Kapolsek Sebulu AKP Zainal Arifin didampingi Kanit Binmas Ipda Saidi, Bhabinkamtibmas Aipda Nyoto dan anggota Sabhara Brigpol Mukhlis langsung menyambangi kediaman Ibu Saidah.

“ Maaf dengan siapa ya? Saya tidak bisa melihat soalnya,” ucap Ibu Saidah.

Mendengar pertanyaan tersebut, Kapolsek langsung menjawab. “ Saya Kapolsek bu. Kami mau bersilaturahmi dengan ibu sekaligus menyerahkan sedikit bantuan sembako untuk keluarga ibu. Semoga berkenan ya bu,” tanggap Zainal.Karuan saja, Ibu Saidah merasa sedih dan ingin meneteskan air mata. Karena Bapak Kapolsek dan jajaran masih memperdulikan warga sekitarnya yang kurang mampu.

“ Ya Allah terimakasih banyak pak. Saya sangat berterimakasih sekali dengan bantuan ini,” sambut Ibu Saidah.

Setelah melakukan perbincangan sekaligus menyerahkan bantuan itu kepada Ibu Saidah. Kapolsek beserta rombongan langsung pamit untuk kembali ke Mapolsek Sebulu.

“ Begitulah nasib Ibu Saidah, seorang janda di Sebulu. Dia berjuang mengurus anak-anaknya meski tanpa memiliki penglihatan. Ini bukti kalau di Kukar ini masih banyak masyarakat yang kurang mampu dan perlu uluran tangan kita,” jelas Zainal kepada harian ini.

Kegiatan sambang warga ini, kata Kapolsek, merupakan program Bapak Kapolri Jendral Pol Prof Tito Karnavian sekaligus amanat Kapolda Kaltim dan Kapolres Kukar. Dimana Polri diminta untuk membantu meringankan beban hidup warga tak mampu.

“ Semoga bantuan itu bisa meringankan beban hidup mereka,” tukas Zainal. (bay)

Berikan Tanggapanmu