AKIBAT MENADAH : Rachman Hidayat saat diamankan di Mapolsekta Samarinda Kota. Bukan hanya karena menadah hasil curian, tetapi juga kedapatan menyimpan sabu sebanyak 10 gram. (Tono/1news)

1News.id, SAMARINDA – Memasuki awal tahun baru, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Samarinda Kota berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Dia bernama Rachman Hidayat (36) warga Jalan Gatot Subroto, Gang 1, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir.

“ Pelaku kami tangkap Selasa (8/1/2019) kemarin dan sekarang sudah kami amankan di Mapolsekta Samarinda Kota,” kata Kapolsekta Samarinda Kota Kompoil Nur Cholis didampingi Kanit Reskrim Iptu Purwanto kepada harian ini, Rabu (9/1/2019) sore.

Tertangkapnya Rachman ini, jelas Purwanto, berawal saat personelnya melakukan pengembangan kasus pencurian di Perumahan Arisco beberapa waktu lalu. Ketika itu personelnya sedang menyasar salah satu rumah penadah barang curian di Jalan Gatot Subroto, tempat tinggal Rachman. Ternyata selain menemukan bukti hasil pencurian, petugas juga menemukan sabu.

” Tertangkapnya Rachman berawal dari kasus pencurian yang dilakukan oleh tersangka Muhammad Noor alias Amad (42) yang dilakukannya pada Kamis (3/1/2019) lalu. Saat itu Amad mencuri 2 ponsel dan 1 televisi milik orang tuanya sendiri di kawasan Jalan Sultan Sulaiman, Komplek Perumahan Arisco, Pelita 4, Sambutan. Dari hasil pengembangan, televisi yang dicuri Amad di jual kepada Rachman. Berbekal informasi itulah petugas selanjutnya menuju ke kediaman Rachman,” jelas Purwanto.

Petugas pun langsung mengeledah rumah Rachman Selasa lalu sekitar pukul 21.00 wita. Saat itu petugas mendapati barang bukti berupa televisi hasil curian yang di jual kepadanya. Namun saat melakukan penggeledahan, gerak gerik Rachman membuat petugas curiga.

“Jadi kami lakukan pemeriksaan lebih mendalam dan di dapati sebuah bong yang biasa digunakan untuk menghisap sabu di kamar pelaku. Selanjutnya kami langsung menyisir setiap sudut rumah dan ditemukan sabu yang di sembunyikan di rak piring dapur rumahnya,” urai Kanit.

Usai diamankan, Rachman lalu dibawa ke Mapolsekta Samarinda Kota untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dari pengakuan Rachman, televisi yang dibeli dari tangan Amad bukan dibayar dengan uang, namun dibayar dengan sabu. Sementara sabu yang diamankan dari tangan Rachman sebanyak 1 poket besar seberat 10 gram. Itu lengkap dengan alat hisap, korek gas, plastik hitam dan satu handphone.

“ Saya memang pemakai, tapi sabu sebanyak itu bukan milik saya. Kalau saya hanya sebatas kurir yang mengantarkan barang saja,” bantah Rachman. (Ono918)

Berikan Tanggapanmu