BUTUH DIBANTU : Nenek Subiyem, yang sudah berusia 102 tahun saat dikunjungi Kapolsek Kota Bangun AKP Subari, Jumat (18/1/2019) pagi. Kondisinya sangat kurang mampu dan harusnya mendapatkan bantuan dari pemerintah. (ist)

Ketika Polsek Kota Bangun Sambangi Nenek Berusia 102 Tahun

TUA renta tak berdaya, hanya bisa duduk terdiam melawan sakit yang di deritanya. Ialah Nenek Subiyem, yang saat ini sudah berusia 102 tahun. Dia hanya tinggal bersama seorang anaknya di sebuah rumah sederhana yang berada di Dusun Rimba Jaya RT 10, Desa Sumber Sari, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

(Oleh : Bayu1News)

YA, begitulah kondisi Nenek Subiyem. Dia hanya bisa terus berjuang melanjutkan sisa hidupnya, meski dengan kondisi kurang berkecukupan. Bahkan terkadang, disaat anaknya tidak memiliki uang untuk membeli makanan, wanita yang sudah menjanda sangat lama ini, hanya makan apa adanya atau menunggu pemberian dari tetangganya.

Mengetahui kondisi keluarga Nenek Subiyem, Jumat (18/1/2019) pagi sekitar pukul 10.00 wita, Kapolsek Kota Bangun AKP Subari bersama rombongan menyambangi rumah Nenek Subiyem. Tentu saja hal tersebut sempat membuat Nenek Subiyem kaget. Pasalnya mendadak segerombol pria berseragam polisi datang ke rumahnya.

“ Ada apa pak? Silahkan masuk,” ucap Nenek Subiyem dengan nada tuanya.

Kemudian Kapolsek beserta rombongan pun masuk ke dalam rumah.

“ Kedatangan kami hanya mau silaturahmi Nek, sekalian mau serahkan sedikit bantaun sembako,” terang Subari.

Tentu saja, mendapat kabar itu Nenek Subiyem langsung terharu. Bahkan Nenek Subiyem tak henti-hentinya berterimakasih atas bantuan yang diterimanya. Usai menyerahkan bantuan, Kapolsek beserta rombongan langsung pamit untuk kembali ke Mapolsek Kota Bangun.

“ Nenek Subiyem ini sudah lama tinggal disini (Dusun Rimba Jaya). Tanah miliknya ini adalah pembagian trans, bahkan rumah yang ditempatinya ini adalah bantaun warga,” kata Kapolsek kepada harian ini.

Untuk makan sehari-hari, Nenek Subiyem hanya mengandalkan anak prianya yang bekerja serabutan. Tapi terkadang tetangganya juga memberi makanan. Selain itu Nenek Subiyem ini kurang mendengar dan susah untuk mengenali orang. Bahkan dari kepolisian hanya Aiptu Sagimin, Bhabinkamtibmas Desa Sumber Sari saja yang dikenalnya.

“ Hafalnya cuma sama Pak Gimin, anggota saya saja,” katanya.

Untuk bantuan pemerintah, beber Subari, di tahun 2019 ini Nenek Subiyem belum ada menerimanya.

“ Dulu tahun 2018 nenek ini sempat mendapatkan bantuan dari program pemerintah, tapi sekarang sudah stop karena ada perubahan lagi dan masih di usulkan lagi,” cetusnya.

Sekedar diketahui, dalam sambang bakti sosial dalam rangka program “ Jumat Berbagi ” itu Kapolsek didampingi Wakapolsek Iptu Marthen Roson, Kanit Sabhara Ipda Suparkat, Bhabinkamtibmas Aiptu Sagimin, Kanit Provos Bripka Kristiyanto, Bripda Lutfi dan perangkat desa Eko Susamto. Kegiatan ini merupakan amanat dari Kapolda Kaltim dan Kapolres Kukar.(bay)

Berikan Tanggapanmu