SETUBUHI SISWI : Teqi mendekam di tahanan Polres Kukar setelah dilaporkan setubuhi siswi kelas 1 SMA akhir pekan lalu di Tabang. (foto: ist) 

Sempat Sembunyi di Bawah Kasur, Mengaku Sudah Kenal Lama

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Pemilihan Umum (Pemilu) memilih presiden dan wakil presiden maupun para wakil rakyat duduk di lembaga legislatif RI, masih beberapa bulan lagi. Tapi TQ, pemuda 25 tahun beralamat di Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar), malah nekat “nyoblos” duluan. Tapi bukan surat suara dicoblosnya, melainkan anak tetangga berstatus siswi kelas 1 SMA, sebut saja namanya Mawar (15). 

Akibat esek-esek terjadi Sabtu (5/1/2019) dinihari itu, TQ dibekuk petugas Polsek Tabang. Kini pemuda berstatus pekerja di sebuah perusahaan tambang batu bara tersebut, mendekam di tahanan Mako Polres Kukar, di Tenggarong.   

“Pelaku (TQ, Red) ditangkap petugas kami setelah ada laporan dari orangtua korban (Mawar, Red) yang merasa keberatan,” jelas Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar didampingi Kapolsek Tabang, Iptu Mansur.

Aksi terlarang dilakukan TQ bermula sekira pukul 03.00 Wita, Sabtu (5/1/2019) dinihari. TQ nekat menerobos sepinya malam, datang lalu mengetuk rumah Mawar. Begitu mendengar pintu kediamannya diketuk orang dari luar, Mawar kemudian terjaga dari tidurnya. Gadis belia bertubuh sedang itu lalu membuka pintu yang diketuk TQ.

“Begitu pintu rumah dibuka Mawar, lalu TQ bertanya ‘orangtua kamu ada?’ kemudian dijawab ‘mereka tak ada di rumah karena sedang di tempat kerja’. Setelah itu korban bermaksud menutup pintu, tapi pelaku menahan dan minta izin masuk rumah untuk numpang buang air kecil ke WC,” kata Kapolsek, lagi.

Seusai dari WC tersebut, TQ menemui Mawar kemudian berkata mau pinjam kamar tidur. Tentu saja Mawar heran kemudian bertanya maksud TQ meminjam kamar tidur. Tapi bukan menjawab, TQ malah langsung menarik tangan Mawar masuk ke sebuah kamar. Sejurus kemudian terjadikan adegan layak sensor. TQ menyetubuhi Mawar yang tak kuasa melawan.

Sementara itu, rupanya suara gaduh dalam rumah Mawar, terdengar seorang pamannya. Kebetulan saat itu paman Mawar sedang menunggu buah durian jatuh dari pohon terletak di belakang rumah. Lantaran curiga, sang paman langsung pulang kemudian masuk ke rumah Mawar. Sedangkan TQ, begitu tahu ada pamannya Mawar datang, berupaya sembunyi di bawah kasur dalam kamar.

“Tapi pelaku kepergok saat sembunyi di bawah kasur. Sehingga terungkap kasus persetubuhan dilakukan pelaku terhadap korban yang masih di bawah umur atau belum dewasa,” tambahnya.

Tak pelak lagi, setelah esek-esek tersebut terungkap, Minggu (6/1/2019) pagi TQ diciduk petugas Polsek Tabang. Pemuda tersebut diduga melanggar Pasal 76 D Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Penetapan Peraturan Perlindungan Anak, Junto (Jo) Pasal 81 Ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016, tentang Perubahan Kedua Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 Jo Pasal 287 KHUP tentang Persetubuhan Anak Belum Dewasa.

“Saya sangat menyesal. Sebelumnya kami memang kenal dekat, tapi tidak berpacaran. Apalagi saya juga mau kok menikahi dia (Kiranti, Red) setelah lulus sekolah. Jadi maunya saya nikah secara adat dulu, setelah dia lulus sekolah, baru nikah resmi,” ucap TQ. (bay)

Berikan Tanggapanmu