Ketika Polsek Tenggarong Seberang Gelar Rekontruksi di Desa Loa Lepuh

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Pasangan pembuang di Desa Loa Lepuh, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menangis saat digelarnya rekontruksi oleh Polsek Tenggarong Seberang, Kamis (31/1/2019) siang. Bukan karena malu, melainkan teringat sang anak yang sempat dibuangnya itu.

“ Saya sedih, ingat anak,” kata sang ayah berinisial SA (20) kepada awak media di lokasi rekontruksi.

Bukan hanya SA, sang ibu berinisial SR (21) lebih menangis tersedu-sedu hingga memeluk salah satu kuasa hukum yang mendampinginya. SR pun tak bisa berkata-kata saat ditanya wartawan.

“ Mbak kenapa menangis?,” tanya wartawan. Namun SR hanya menganggukkan kepala saja sambil menutupi mengusap air mata.

SA pun mengaku terakhir bertemu anaknya tersebut sekitar seminggu yang lalu. Ketika itu nenek atau orang tua mereka membawanya ke Polsek Tenggarong Seberang untuk membesuk.

“ Minggu lalu saya ketemu anak saya. Kami sangat sayang dia, kami minta maaf telah tega membuangnya. Itu semua karena kami malu dan takut,” ungkap SA.

Rekontruksi yang dilaksanakan oleh Polsek Tenggarong Seberang sekitar pukul 13.00 wita itu dihadiri langsung Kanit Reskrim Ipda Hadi Winarno, Kanit Intelkam Ipda Bosis Samsu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tenggarong, Tim Kuasa Hukum SA dan SR, serta sejumlah personel Polsek yang berperan sebagai saksi.

SAKSIKAN REKONTRUKSI : SA dan SR didampingi petugas Polsek Tenggarong Seberang saat berlangsungnya rekontruksi pembuangan bayi oleh mereka. (Photo : Bayu)

“ Rekontruksi ini ada 17 adegan dan berlangsung selama satu jam. Itu mulai adegan mereka membawanya dari Samarinda menggunakan sepeda motor hingga sampai dibuang dan ditemukan bayi tersebut oleh pak Emba,” jelas Hadi Winarno.

Masdianto, selaku kuasa hukum SA dan SR mengatakan, dalam permasalahan ini kedua kliennya sangat koperative dan siap menjalani masalah hukum yang dijalani. Bahkan pihak keluarga klien mereka menitipkan salam maaf kepada seluruh masyarakat atas apa yang telah dilakukan kedua anak-anaknya ini.

“ Selain minta maaf, pihak keluarga juga mengucapkan banyak terima kasih kepada warga yang menemukan bayi ini saat pertama kali. Kalau tidak ditemukan, mungkin tidak tahu lagi bagaimana nasibnya,” kata Masdianto.

Sementara Rabin Rabani, kuasa hukum pasangan tersebut membeberkan kalau SA dan SR rencananya akan di nikahkan, baik secara adat maupun secara agama di Kutai Barat (Kubar). Namun pihaknya masih mengajukan surat penangguhan ke Polsek Tenggarong Seberang.

“ Kalau disetujui mungkin di Kutai Barat, jadi kami masih menunggu persetujuan dari pihak kepolisian,” ucap Rabin.

Menanggapi hal tersebut, Hadi membenarkan. Mereka sudah menerima surat penangguhan tersebut dari tim kuasa hukum SA dan SR. Hanya saja, pihaknya belum bisa memutuskan, apakah pernikahannya bisa dilakukan di Kubar atau hanya di kantor polsek saja.

“ Itu masih kita urus, jadi belum tahu apakah nanti akan di nikahkan di Kubar atau hanya di polsek saja,” terangnya. (b4y)

Berikan Tanggapanmu