1News.id, Cilacap – Caleg DPRD Kabupaten Cilacap, Setyo Wardoyo, menggelar sosialisasi dan pengobatan gratis, Jumat (25/1/2019) pagi.

Kegiatan berlangsung di Jalan Cakalang, Kelurahan Cilacap, Kecamatan Cilacap Selatan, persisnya di rumah salah satu kader Partai NasDem, Kusriadi.

Dihadiri ratusan masyarakat sekitar, pengobatan gratis yang bekerja sama dengan dr. Saliyah dan tim ini menerima berbagai keluhan dan yang paling banyak adalah hipertensi, gula darah dan asam urat.

Setyo Wardoyo dalam helat ini terjun langsung mengkoordinir kegiatan tersebut sekaligus memberikan sosialisasi bagaimana cara mencoblos pada 17 April nanti.

Dia mengungkapkan kenapa akhirnya harus terjun di dunia politik sebagai calon anggota legislatif.

Mengaku sebagai anak perantauan, Setyo Wardoyo menerangkan, sebagai anak rantau dimana sebagian hidupnya mengabdi di daerah orang sedangkan sisanya untuk daerahnya sendiri. “Kenapa tidak sekaranglah saatnya kita mengabdi di kampung halaman yang sudah lama menunggu kiprah kita untuk memajukan daerah sendiri,” ucapnya.

“Karena saya orang Cilacap merasa ada panggilan untuk berjuang di DPRD Kabupaten Cilacap, saya pilih Dapil 1,” katanya.

Selain itu, sebagai orang yang sehari-hari terlibat di dunia informasi dan komunikasi, dia mengamati situasi sebenarnya di Indonesia bahwa sudah saatnya berubah.

Putra Cilacap, itu menyayangkan kenapa Indonesia yang mahakaya dengan tambang disamping hasil agraris berlimpah seharusnya bisa lebih maju dan sejahtera. Dan, sudah pasti bisa menyediakan lapangan kerja yang lebih luas bagi kita semua.

Di sisi yang lain, dia melihat bahwa mental menjadi salah satu faktor maju tidaknya sebuah bangsa. Pembinaan mental harus dilakukan sejak dini mulai dari lingkungan terkecil.

Perilaku buruk sehari – hari mulai dari membuang sampah sembarangan, jam karet hingga perilaku tidak tertib dan disiplin di jalan raya sudah dapat menggambarkan bagaimana kualitas SDM sebuah bangsa. Hal ini harus menjadi perhatian kita semua

Pria kalem itu memulai karirnya di dunia jurnalis sejak di Harian Merdeka, Indonesian Observer, dan pada 1989 hingga saat ini di Harian Media Indonesia.

Kini, ketika tahapan Pemilu 2019 berjalan, sosok jurnalis yang mencalonkan diri menjadi caleg DPRD Cilacap sudah mulai terlihat, dan Setyo Wardoyo-lah orangnya.

Sebagai kader Partai NasDem, dia memilih partai politik berjargon Gerakan Perubahan itu karena dikenal sebagai partai anti mahar, dimana para anggota partai dilarang korupsi, money politic, apalagi mengumbar janji.

Terbukti, dia tidak mengumbar pidato panjang dan menggelar kuis atau yang lain saat sosialisasi.

“Saya tidak suka seperti itu karena tidak memberikan contoh pendidikan politik yang baik. Saya cukup menggelar pengobatan gratis yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, Partai NasDem ingin caleg-calegnya bersih. Ketika para caleg sudah duduk sebagai anggota Dewan, dalam perjalanannya bermain yang akhirnya terkena perkara, maka itu menjadi permasalahan yang merugikan semuanya, baik partai, rakyat yang memilih, dan dia sendiri.

Tentang pelayanan publik di bidang apapun, sebaiknya semua proses harus berjalan normatif sesuai aturan – aturan yang berlaku. Cepat, tepat, jujur dan transparan.

“Kasihan rakyat jika harus menunggu lama, mereka adalah orang – orang yang juga punya aktivitas yang padat, kasihan jika menunggu terlalu lama, kalaupun ada masalah di instansi terkait, kekurangan orang, misalnya bisa dicarikan solusi” ungkapnya.

Di Cilacap, katanya, selain pendidikan, bidang kesehatan perlu diperhatikan secara optimal. Menurutnya, dokter spesialis harus lebih banyak di Cilacap.

Cilacap harus mengutamakan tata kota. Setyo Wardoyo mengatakan, orang bekerja harus selalu tampak vit. Dia akan senang ketika keluar rumah pikirannya fresh. Kenapa, karena di lingkungan sekitarnya banyak terdapat bunga-bunga dan pohon-pohon yang rindang.

“Sepanjang perjalanan mereka selalu fresh. Itulah pentingnya tata kota, dan Cilacap harus melakukan itu,” tegasnya.

Dia berharap, masyarakat jangan cuek terhadap politik. Masyarakat harus peduli politik dan memilih pemimpin yang baik. “Jika menurut rakyat tidak baik, ya jangan dipilih, termasuk saya!” tandas dia. (Red/E)

Berikan Tanggapanmu