HIDUP TERLANTAR : Mbah Simpen yang sudah berusia 130 tahun hanya tinggal sebatangkara di sebuah gubuk di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang. Kamis (10/1/2019) pagi kemarin, Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Abdul Rauf bersama Pj Kades Bangun Rejo Ahmad Yunus dan Bhabinkamtibas Aiptu Dewa Karang menyambangi Mbah Simpen. (Photo : Bayu1News)

Tinggal di Kabupaten Kaya, Polsek Tenggarong Seberang Bagikan Sembako 

DUDUK renta tak berdaya di dalam sebuah gubuk tua di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Dialah Mbah Simpen, di usianya yang sudah mencapai 130 tahun, hanya terlantar dan hidup sebatangkara tanpa keluarga. Pasalnya, keduanya anaknya telah lebih dulu meninggal akibat di patuk ular, sementara cucunya yang tinggal tak jauh dari gubuk tempatnya bernaung, dikenal warga kurang memperdulikannya.

(Oleh : Bayu 1News.id)

MESKI tinggal di daerah Kabupaten yang dikenal kaya dengan pembangunan yang semakin maju, Mbah Simpen yang sudah tak mampu berjalan tersebut, hanya bisa melanjutkan sisa hidupnya dari bantuan masyarakat dan aparat Desa Bangun Rejo. Bahkan untuk mandi dan buang air saja, Mbah Simpen melakukannya di dalam gubuk tersebut.

“ Saya hanya sendiri disini (Desa Bangun Rejo,Red.), kalau kedua anak saya sudah di akhirat (Meninggal,Red.) karena dipatuk ular,” ucap Mbah Simpen.

Mengetahui masih banyak warga miskin di Tenggarong Seberang, termasuk Mbah Simpan. Kamis  (10/1/2019) pagi kemarin, Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Abdul Rauf beserta seluruh jajaran menyambangi gubuk tempat Mbah Simpen berteduh.

“ Siapa ya? Siapa diluar,” kata Mbah Simpen yang melihat kurang jelas saat kedatangan Kapolsek didampingi Pj Kades Bangun Rejo, Ahmad Yunus dan Bhabinkamtibmas Aiptu Dewa Karang. “ Ini mbah, dari bapak kepolisian,” jawab Pj Kades Bangun Rejo.

Kedatangan Kapolsek disambut rasa bahagia oleh Mbah Simpen. Apalagi maksud kedatangan tersebut ingin menyerahkan sembako untuk makan sehari-hari. Meski selama ini, selain mendapat makanan dari Posyandu, Mbah Simpen terpaksa meminta tolong untuk dimasakkan di rumah tetangga apabila memiliki beras dan lauk.

“ Maksud kedatangan kami mbah, mau menyerahkan bantuan sembako ini. Selain itu kami juga mau menyampaikan ke mbah, kalau gubuk mbah ini mau kami renovasi bersama teman-teman wartawan dan masyarakat,” ucap Iptu Abdul Rauf. Kabar gembira itupun membuah Mbah Simpen hanya bisa terdiam dan merasa senang. Mbah Simpen hanya berkata.” Silahkan saja, saya mau,” ucapnya singkat.TUA RENTA : Mbah Simpen saat sedang makan nasi bungkus pemberian tetangga. (Photo : Bayu1News)

Usai berbincang cukup lama, Kapolsek dan rombongan langsung meninggalkan gubuk yang terbuat dari kayu dan hanya berlantaikan tanah itu.

“ Nah kita bisa melihat sendiri, bagaimana kondisi Mbah Simpen yang tinggal sebatang kara serta sakit, tak bisa berjalan. Apalagi usianya sudah uzur mencapai 130 tahun,” ucap Rauf.

Sejauh ini bantuan dari pemerintah untuk Mbah Simpen memang sangat minim. Bahkan keperluan orangtua itu banyak dipenuhi warga atau tetangga sekitar yang peduli. Sementara sanak-saudaranya juga tidak lagi peduli.

“Mbah Simpen makan minum serta buang air dan sebagainya, ya dalam rumah atau gubuk kecil yang memang tidak layak huni begini. Makanya kami sudah berencana untuk memperbaiki tempat tinggal beliau,” tambah Kapolsek.

Selanjutnya, Kapolsek menyambangi dan menyerahkan bantuan serupa kepada Abdul Muis, kakek 78 tahun, didampingi Pj Kades Hermanto serta Bhabinkamtibmas Bripka Dedy Setiawan. Muis mengaku tinggal di rumah kenalannya di Manunggal Jaya sejak 1995.

“Saya sudah tak bisa bekerja lagi karena kondisi kesehatan buruk. Rumah ini dipinjamkan kenalan saya sejak 1995 sampai sekarang. Di rumah ini ada anak dan istri saya, tapi jika siang mereka (anak dan istri, Red) bekerja di Samarinda,” ujar Muis yang berterimakasih telah diperhatikan Polsek Tenggarong Seberang

Sekedar diketahui, bantuan ini disebarkan ke seluruh wilayah Tenggarong Seberang mencakup 18 desa. 

“ Jadi setiap desa dipilih 1 warga atau kepala keluarga yang layak menerima. Penilaian dilakukan petugas kami serta aparat desa terkait,” terang Rauf, lagi.

Paket bantuan itu mencakup sabun cuci, minyak goreng, susu kaleng, teh, telur, beras dan mi instan. Kapolsek Rauf bersama Wakapolsek Iptu Slamet ikut menyerahkan bantuan kepada Mbah Simpen, tinggal di Desa Bangun Rejo serta Abdul Muis, warga Desa Manunggal Jaya. (*)

Berikan Tanggapanmu