AKIBAT SABU : Alfin saat diamankan di Mapolsek Muara Kaman karena terciduk menyimpan atau memiliki dua poket sabu, Jumat (18/1/2019) lalu. (ist)

Untuk Dipakai, Ngakunya Upah Hasil Menjualkan Handphone

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Entah mimpi apa semalam. Baru saja mendapat upah hasil menjualkan hanpdhone (Hp), malah terciduk polisi. Itulah yang dialami Alfin, warga Desa Puan Cepak RT 04, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Akibatnya, pemuda berusia 20 tahun ini harus mendekam di sel Mapolsek Muara Kaman sejak, Jumat (18/1/2019) lalu.

Terungkapnya kasus ini berawal saat Kamis (17/1/2019) malam lalu sekitar pukul 20.00 wita, Unit Opsnal Polsek Muara Kaman mendapatkan informasi bahwa di wilayah perkebunan kelapa sawit, tepatnya di lokasi PT Maju Kalimantan Hadapan (MKH) di Desa Puan Cepak, banyak yang mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

“ Dari informasi itu, kami langsung melakukan penyelidikan dilapangan Jumat besoknya,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Muara Kaman AKP TM Panjaitan, melalui Kanit Reskrim Iptu Sukardi,SH kepada harian ini, Minggu (20/1/2019) pagi.

Setibanya di Pos Satpam MC-1 milik PT MKH sekitar pukul 13.00 wita, petugas melihat seorang pemuda yang tampak mencurigakan. Kemudian salah satu petugas memanggilnya, namun pemuda tersebut malah berusaha untuk menghindar.

“ Nah karena tingkah lakunya makin mencurigakan, anggota langsung mengejar dan menangkapnya. Saat ditangkap, pemuda bernama Alfin itu malah sempat terlihat membuang sebuah barang ke tanah,” ujar Sukardi.

Ternyata barang yang dibuang oleh Alfin adalah dompet berwarna hitam. Ketika diminta untuk mengambil dan membuka dompet itu, Alfin tampak gugup.

“ Saat dibuka ternyata isinya narkoba jenis sabu sebanyak dua poket seberat 0,52 gram bruto,” ungkap Kanit, lagi.

Sontak, Alfin langsung dibekuk dan dibawa ke Mapolsek Muara Kaman untuk dimintai keterangan. Kepada petugas Alfin mengakui memang sabu itu miliknya dan akan di konsumsinya sendiri. Bahkan Alfin mengatakan kalau sabu itu diperolehnya dari hasil menjualkan handphone milik temannya.

“ Katanya sih upah hasil menjualkan hape. Kebetulan dia (Alfin,Red) juga pemakai, akhirnya dia terima,” terang Sukardi.

Saat ini, lanjutnya, Alfin yang bekerja sebagai pengawas di perkebunan kelapa sawit tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Pasal 112 ayat ( 1) UUD RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“ Untuk kasus ini masih kita lakukan pengembangan. Kita masih memburu teman pelaku yang memberikan sabu itu,” tegasnya.(bay)

Berikan Tanggapanmu