BENTUK KEPEDULIAN : Kapolsek Muara Kaman AKP TM Panjaitan beserta rombongan saat menyambangi gubuk kecil yang ditempati Bapak Mujiono bersama istri dan ke empat anaknya, Jumat (11/1/2019) pagi kemarin. (ist)

Ketika Polsek Muara Kaman Sambangi Warga Kurang Mampu

MEMILIKI penghasilan tetap untuk menafkahi keluarga, tentu menjadi hal yang sangat penting dan membahagiakan bagi siapapun yang berkecukupan. Namun berbeda dengan Bapak Mujiono, dirinya harus hidup banting tulang dengan bertani untuk menafkahi istri dan ke empat anaknya. Tentunya tidak setiap hari, Bapak Mujiono bisa membawa rezeki ketika pulang ke rumah dari hasil bertani tersebut. Sehingga terkadang, Bapak Mujiono beserta keluarga harus mengisi perut dengan makan seadanya.

(Oleh : Bayu1News)

YA, begitulah nasib keluarga Bapak Mujiono yang tinggal di Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Ditengah hasil sumber daya alam (SDA) yang melimpah di kabupaten yang disebut kaya di Indonesia ini, ternyata masih ada masyarakat yang kurang mampu dan memerlukan uluran tangan.

Sudah lama Bapak Mujiono dan keluarga tinggal di sebuah gubuk kecil tak layak huni di Desa Bunga Jadi bersama istri dan ke empat anaknya tersebut. Itupun bukan milik sendiri, melainkan menumpang milik orang lain. Ketika Bapak Mujiono dan istrinya bernama Ibu Seli melihat kedatangan sebuah mobil di depan rumahnya, Jumat (11/1/2019) pagi sekitar pukul 09.00 wita, Bapak Mujiono sempat kebingungan.

“ Bu ada orang, kayanya pak polisi. Ada apa ya?,” tanya Pak Mujiono kepada istrinya.

Selang beberapa lama, rombongan yang tiba turun dari mobil patroli yang bertuliskan Polsek Muara Kaman. Ternyata itu adalah Kapolsek Muara Kaman AKP TM Panjaitan didampingi Kanit Binmas Iptu Urul Amri dan Bhabinkamtibmas Aipda Subandi sembari membawa bingkisan berupa sembako.

“ Selamat pagi bapak ibu, maaf kami datang bertamu pagi-pagi. Kami hanya ingin bersilaturahmi sekaligus menyerahkan sedikit bantuan sembako untuk keluarga bapak. Semoga bisa diterima ya pak,” kata AKP TM Panjaitan.

Setelah dilakukan penyerahan dan sempat melakukan bincang-bincang, Kapolsek dan rombongan berpamitan untuk meninggalkan kediaman Bapak Mujiono dan istri.

“ Kasihan ya. Ternyata disekitar kita masih banyak warga kurang mampu, salah satunya keluarga Bapak Mujiono ini. Rumah mereka ini hanya menumpang, bahkan untuk makan hari-hari saja, Bapak Mujiono harus bekerja sebagai buruh tani milik orang lain,” ungkap Kapolsek.

Kegiatan ini, terang Panjaitan, merupakan program Bapak Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian sekaligus kebijakan dari Kapolda Kaltim dan Kapolres Kukar. Kegiatan jumat berbagi ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang tidak mampu.

“ Jangan dilihat dari nilai yang diberikan, tapi lihatlah bahwa kami (Polri,Red.) sangat peduli dan ikut merasakan apa yang dirasakan keluarga yang tidak mampu seperti Bapak Mujiono,” tukasnya. (*)

Berikan Tanggapanmu