SERING PERHATIIN : Sakti Rianus, pemuda yang ditangkap lantaran ingin memperkosa istri tetangga saat diamankan di Mapolsek Tenggarong Seberang, Jumat (18/1/2019) lalu. (Photo : Bayu)

Pengakuan Pemuda di Tenggarong Seberang yang Gagal Memperkosa

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Sakti Rianus (28), pemuda yang gagal memperkosa MA (25) di Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengaku terbawa nafsu. Pasalnya, dia sering memperhatikan MA berpakaian seksi.

“ Sudah dua minggu saya terbayang-bayang dia (MA,Red) karena sering lihat dia pakai celana pendek, sehingga saya nafsu,” aku Sakti saat ditemui harian ini di Mapolsek Tenggarong Seberang, Senin (21/1/2019) malam.

Sakti juga mengungkapkan kalau dirinya dengan MA sudah kenal lama sejak masih kecil. Namun karena MA sudah memiliki suami, Sakti mengaku jaga jarak.

“ Nggak enak mas kalau dilihat tetangga. Kan dia sudah ada suaminya,” ucapnya.

Pria yang ternyata sudah pernah menikah ini awalnya tidak ada niatan untuk memperkosa MA. Tapi lantaran sering nafsu ketika bertemu MA, niat busuk itupun terngiang di kepalanya.

“ Ya karena itu mas. Bahkan sangking nafsunya, saya pernah ngebayangin dia dan perempuan lain pas lagi di kamar. Ya begitulah mas,” katanya sambil tersipu malu.

Sebelum nekat mendatangi MA yang hanya tinggal berjarak 40 meter dari rumahnya, Sakti awalnya hanya nongkrong di tempat temannya yang berseberangan dengan rumah MA.

“ Nah pas tengah malam teman saya bilang mau tidur duluan, jadi hanya saya yang masih bangun sambil main hape. Nggak tahu kenapa tiba-tiba saya malah ada niatan mendatangi rumah dan mau meniduri MA subuh itu,” terang Sakti, lagi.

Mungkin karena sudah terbawa nafsu dan mengetahui suami MA sedang bekerja jauh di Kutai Timur (Kutim), Sakti langsung memanjat plafon di teras rumah MA yang belum tertutup dan menembus ke ruang tamu. Setelah berhasil masuk, Sakti langsung mengarah ke kamar MA.

“ Waktu itu lampu kamarnya tidak nyala, sehingga saya membuka korden jendelanya sedikit. Kemudian saya bergegas membuka semua pakaian saya hingga saya bugil. Setelah itu barulah saya perlahan mendekatinya,” ucapnya.

Ketika dirinya mencoba membuka celana pendek yang dikenakan MA yang tengah tertidur, aksinya malah ketahuan. MA terbangun kaget dan langsung menutupi selimut di tubuhnya. Selanjutnya MA lari keluar rumah untuk meminta pertolongan.

“ Saya sempat bilang ke dia ‘ Jangan MA ’, tapi dia tetap lari keluar rumah. Nah saya ikutan panik dan menyusul dia keluar rumah dengan membawa pakaian yang belum sempat saya pakai,” tuturnya.

Pas kabur, Sakti mencoba menghindari warga dan bersembunyi di kolam yang letaknya tepat di sebelah kiri rumah MA. Namun saat melompat, Sakti tidak sadar kalau ada kayu ulin yang menancap di lutut kanannya.

“ Pas saya mau gerakkan kok ga bisa. Kemudian saya paksa sampai akhirnya kayunya patah. Setelah itu saya langsung pulang ke rumah melalui pintu belakang,” katanya.

Sakti pun mengaku pasrah kalau esok harinya bakal di amuk massa atau dibawa ke kantor polisi. Setelah membersihkan kakinya, Sakti kembali tidur di kamar.

“ Besoknya ada polisi yang bangunkan saya tidur. Setelah itu saya ditanya dan dibawa ke rumah sakit untuk mengobati kaki saya. Kemudian barulah saya dibawa ke kantor polisi,” terang pria yang baru 3 bulan menumpang di rumah kakak iparnya di Desa loa Ulung tersebut. 

Dengan kejadian ini, Sakti mengaku khilaf. Dirinya siap mempertanggungjawabkan perbuatannya di kantor polisi. Bahkan setelah bebas, Sakti mengaku malu tinggal di Desa Loa Ulung lagi.

“ Saya nanti rencananya pulang kampung saja. Malu saya sudah,” bebernya. (bay)

Berikan Tanggapanmu