SAMBUNGKAN JALAN : Sejumlah alat berat milik PT ABN terus melakukan penimbunan di lokasi jalan putus akibat longsor di Kecamatan Sangasanga, Kukar, Senin (3/12/2018) sore. (bayu/1News)

Progres Sudah 15 Persen, PT ABN Terus Lakukan Penimbunan

1News.id, Kutai Kartanegara – Penimbunan terus dilakukan oleh pihak PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) di Jalan Poros Sangasanga menuju Muara Jawa yang mengalami longsor. Penimbunan yang sudah berlangsung sejak, Minggu (2/11/2018) kemarin hingga Senin (3/12/2018) hari ini sudah mencapai 15 persen.

Targetnya, dalam kurun waktu 3 minggu ke depan, jalan putus yang berada di RT 9 Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) ini sudah bisa dipergunakan oleh masyarakat.

“ Saat ini progres penimbunan sudah 15 persen. Kita upayakan 7 hari ke depan badan jalan sudah tersambung, hanya saja belum bisa dilalui. Karena masih memerlukan 8 hari berikutnya atau total 15 hari terhitung dari kemarin (Minggu,Red.) untuk stabilisasi lereng,” jelas Daruji Widyo Indriyanto selaku Bagian Infrastruktur Tambang PT ABN kepada wartawan, Senin sore di lokasi longsor.Setelah 15 hari itu, lanjut Daruji, pihaknya akan menghampar tanah agregat atau sejenis tanah bongkahan alami yang kokoh dan tidak mudah pecah. Tujuannya agar jalan tersebut sudah bisa dilalui sementara sebelum dilakukan pengecoran atau semenisasi.

“ Kami upayakan kalau tidak ada halangan 4 bulan sudah dilakukan pengecoran atau semenisasi. Jadi kondisi jalan sudah seperti dulu lagi dan bisa dilalui semua kendaraan, baik berat maupun kecil,” jelasnya.

Untuk mencegah terjadinya longsor lagi saat jalan sudah rampung. PT ABN tidak hanya melakukan penimbunan dilokasi longsor saja, tetapi diseluruh lokasi yang berlubang. 

“ Kami upayakan 3 bulan setelah penghamparan tanah agregat, kami akan menimbun seluruh lokasi yang berlubang dengan tanah sebanyak 1,7 juta meter kubik, selanjutnya barulah dilakukan pengecoran. Itu dilakukan agar lereng dan jalan ini stabil sehingga aman untuk dilalui kendaraan,” terang Daruji, lagi.

Mengenai jarak jalan yang putus, tutur Daruji, sepanjang 80 meter. Tapi sesuai dengan pesan kepala dinas terkait, PT ABN diminta untuk memperbaiki jalan-jalan yang retak juga.

“ Kalau sama yang retak-retak artinya kita akan memperbaiki jalan sepanjang 150 meter,” urainya.

Daruji menambahkan, awalnya penimbunan hingga pengecoran ini ditargetkan rampung dalam waktu 3 bulan. Hanya saja, masalah cuaca menjadi kendala utama mereka dilapangan.

“ Kendala pertama masalah cuaca, karena pekerjaan diluar seperti ini. Apalagi material utama kami berasal dari dalam tambang, apabila terkena hujan, maka jalanan di dalam lokasi tambang akan licin. Jadi yang awalnya diperkirakan selesai dalam waktu 3 bulan, diperkirakan jadi 4 bulan,” pungkas Daruji.Selama proses penimbunan, Kapolsek Sangasanga Iptu Afnan didampingi Danramil Sangasanga Kapten S Winarto bersama jajaran dan Brimob Polda Kaltim masih terus melakukan pengamanan agar sejumlah warga tidak masuk ke areal lokasi longsor.

“ Sejak awal longsor terjadi hingga hari ini kami terus melakukan pengamanan serta memantau pengalihan arus lalu lintas sementara. Baik itu yang melalui jalan kampung ataupun yang melalui Kelurahan Pendingin Sangasanga. Alhamdulillah semua berjalan lancar, aman dan tertib,” kata Iptu Afnan. (bay)

Berikan Tanggapanmu