AKHIRNYA TERCIDUK : Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Damus Asa didampingi Kasat Binmas AKP Fahruraji bersama Kasubag Humas AKP Yunus Tandung saat menggelar press rilis penangkapan pasutri maling motor, Kamis (27/12/2018) kemarin. (Bayu/1News)

Beraksi 7 Bulan di 15 Lokasi, Motor Curian Dijual Murah

1News.id, Kutai Kartanegara – Sebagai pasangan suami istri (Pasutri), Riki Efendi (18) dan Noer Lela (24) memang kompak. Namun sayang, pasutri yang tinggal di Jalan Mangkuraja Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) ini kompak bukan mengurus rumah tangga, melainkan untuk berbuat kejahatan.

Buktinya, tercatat selama 7 bulan terakhir di tahun 2018 ini, mereka berhasil mencuri 15 unit sepeda motor di 15 lokasi yakni di Kukar, Kubar, Samarinda dan Bontang. Sehingga pasutri ini layak mendapat gelar “ raja – ratu “ maling.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kasat Reskrim AKP Damus Asa menerangkan, ketika beraksi pasutri tersebut lebih dulu berkenalan dengan targetnya, kemudian begitu melihat kesempatan langsung menyambar motor sasaran. Meskipun tak sedikit pula, Riki dan Lela mencuri motor yang ketinggalan kunci kontaknya saat diparkir si pemilik. Tapi Selasa (25/12/2018) malam, menjadi malam apes bagi keduanya. Riki dan Lela berhasil diciduk Tim Alligator dari Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kukar dipimpin Ipda Aksar, ketika berada di Jl Danau Aji, Tenggarong.

“ Selain mencuri, kedua pelaku juga melakukan penipuan dan penggelapan. Bahkan mereka sering berpura-pura meminjam motor kepada korban yang belum lama dikenalnya. Begitu motor beserta STNK-nya diserahkan korban, maka pasutri itu langsung kabur dan dijual kepada orang lain seharga Rp 1,5-Rp 4 juta,” jelas Damus kepada wartawan, Kamis (27/12/2018) kemarin di Mapolres Kukar.

Diungkapkan Damus, sepeda motor hasil curian dijual oleh pasutri itu kepada warga di Tenggarong, Samarinda dan Muara Badak. Dalam beraksi, mereka menyasar semua jenis motor, baik metik, motor bebek sampai motor laki.

“ Jadi tidak peduli merk apa saja bisa diambil, ya langsung mereka sikat. Kemudian dijual, uangnya dipakai memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Memang pasutri ini belum punya anak, setelah beberapa kali keguguran. Jadi selama pelarian dan beraksi, mereka selalu pindah-pindah tempat tinggal,” urai Damus, saat menjelaskan ke wartawan kemarin, juga didampingi Kasat Binmas AKP Fahruraji serta Kasubag Humas AKP Yunus Tandung.

Kini kedua pelaku mendekam di tahanan Polres Kukar. Mereka diduga melakukan tindak pidana pencurian, penipuan dan penggelapan, sesuai Pasal 362, 372 dan 378 KUHP. Sehingga terancam pidana penjara sampai 5 tahun lebih. Bahkan ketika diciduk polisi, Riki dan Lela juga menunggangi motor Honda Scoopy warna merah, hasil curiannya di Desa Lebaho Ulaq, Kecamatan Muara Kaman sekitar 5 hari lalu.

“ Sebanyak 13 sepeda motor yang disambar pelaku, sudah diamankan di Mako Polres Kukar. Silakan bagi para pemilik kendaraan tersebut, untuk mengambil dengan menunjukan bukti BPKB-nya,” kata Damus, lagi.

Memang tidak mudah bagi Tim Alligator Sat Reskrim Polres Kukar, untuk bisa meringkus pasutri maling tersebut. Karena mereka selalu berpindah tempat tinggal, begitu berhasil menyambar motor sasarannya. Apalagi penjualan motor itu dengan harga terbilang sangat murah, maka cepat laku.

“ Kami terpaksa mencuri motor-motor itu karena tak punya uang untuk membeli barang-barang kebutuhan sehari-hari,” kata Riki maupun Lela. (Bay)

Berikan Tanggapanmu