1News.id, Cilacap – Ratusan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Cilacap mengikuti Pendidikan Politik dan Konsolidasi DPAC dan DPRt PKB se-Dapil 6, meliputi Kecamatan Maos, Sampang, Kesugihan, dan Jeruklegi, Minggu (30/12/2018) siang.

Kegiatan yang digelar di salah satu rumah makan di Kesugihan, itu berlangsung meriah karena seluruh DPAC hadir termasuk DPRt-nya.

Juga calon anggota legislatif (caleg) DPR-RI Dapil 8 Kabupaten Banyumas-Cilacap, DPRD Provinsi Jawa Tengah Dapil X Kabupaten Banyumas-Cilacap, dan DPRD Kabupaten Cilacap hadir.

Ketua DPAC PKB Kesugihan yang juga ketua penyelenggara, Abdul Bashir mengatakan kerja partai harus cepat.

Untuk itu dia menandaskan mulai besok seluruh anak cabang dan ranting mengumpulkan caleg dan saksi-saksi se-Dapil 6.

“Itu segera karena kita punya mbarang nggawe Pileg dan Pilpres 2019,” tegasnya.

Saksi-saksi di 356 TPS di Kesugihan harus segera digarap.

Diantaranya Desa Menganti 39 TPS, Karangkandri 23 TPS, Slarang 31 TPS, Kalisabuk 35 TPS, Kuripan 23 TPS, Dondong 21 TPS, Planjan 23 TPS, Ciwuni 12 TPS, Keleng 11 TPS, Pesanggrahan 11 TPS, Bulupayung 15 TPS, Jangrana 13 TPS.

Dalam pidatonya, Ketua DPC PKB Kabupaten Cilacap Taufick Hidayattulloh menyoroti adanya modal suara sebanyak 32.000, dan itu harus diraih sehingga sudah ada 2 kursi di Dewan.

Di antara sekian desa di Kesugihan, dia menjelaskan bahwa Desa Dondong pada Pemilu kemarin mendapat 800 suara Nahdlatul Ulama (NU), maka itu harus diraih.

Menurut dia, pendidikan politik ini juga memberikan pemahaman caleg-caleg PKB bahwa banyak caleg yang datang ke acara NU, dari PKB selalu dianggap tidak netral.

Sementara kepada awak media, Taufick mengatakan pendidikan politik ini bertujuan agar masyarakat memilih PKB dan khusus kepada para relawan PKB memahami bahwa mereka merupakan kepanjangan tangan dari NU.

Untuk menguatkan dan mengeratkan kembali konsep kesejarahan bahwa PKB lahir dari rahim NU, sehingga siapapun yang akan menjadi ketetapan politisi PKB agar dapat mensukseskan program-program NU.

Selain itu, agar para relawan PKB memiliki kesiapan yang lebih di dalam menyongsong Pemilu 2019 mendatang guna mensukseskan PKB, baik dalam Pileg maupun Pilpres agar menang.

“Materi yang kami berikan di pendidikan politik ini, yang pokok yakni tentang hubungan Nahdlatul Ulama dan PKB. Adapun materi lain yang diberikan agar pemilih tahu apa yang sudah dilakukan oleh para anggota DPR dari PKB baik di daerah, provinsi maupun pusat,” bebernya.

Ada tiga target PKB Cilacap dalam Pileg mendatang yakni target minimal, target medium, dan target maksimal yang diharapkan dapat tercapai.

Target minimal realistis mendapat 6 kursi dan berharap wakil ketua DPRD salah satunya berasal dari PKB. Untuk target medium adalah 9 kursi dan target maksimal 10 kursi, agar nantinya meraih 20 persen ET guna bisa mengusung calon Bupati sendiri.

“Kami optimistis target tersebut tercapai,” pungkas Taufick.

Sebelum pamungkas acara, dalam kegiatan tersebut dibentuk pengurus Jaringan Kyai Santri Nusantara (JKSN) dimana nantinya sebagai pem-back up pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. (Red/E)

Berikan Tanggapanmu