LAKUKAN PEMERIKSAAN : Kapolsek Muara Jawa AKP Agus Arif Wijayanto didampingi Kanit Reskrim Ipda Dedi bersama personel saat berada di Konter Handphone di Handil 2 tempat tiga wanita ditemukan meninggal akibat keracunan asap genset atau monoksida, Kamis (27/12/2018) pagi. (ist)

Keracunan Asap Genset Saat Tidur di Konter Handphone

1News.id, Kutai Kartanegara – Suasana di Kelurahan Muara Jawa Pesisir, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (27/12/2018) pagi mendadak ramai. Isak tangis terdengar di sebuah konter handphone bernama “ Galery Ponsel ” yang terletak di Jalan A Yani, Handil 2.

Belakangan diketahui, terdapat tiga wanita di dalam konter handphone tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“ Ketiga korban meninggal akibat keracunan asap genset atau monoksida ketika tidur,” ucap Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Muara Jawa AKP Agus Arif Wijayanto kepada wartawan, Kamis siang.

Tiga wanita yang meninggal itu bernama Gustiana Sri Harwati (28) beserta anaknya Kenzie Derre Yanto Putra (4) dan seorang karyawan di konter handphone bernama Ela Ermawati Putri (19), semuanya warga Muara Jawa. Bahkan ungkap Agus, janin berusia 7 bulan di dalam kandungan Gustiana juga meninggal.

“ Jadi korban (Gustiana,Red.) adalah pemilik konter handphone itu. Saat ditemukan meninggal, korban sedang tidur di dalam kamar yang di sekat kayu atau triplek bersama anaknya (Kenzie,Red.) dengan kondisi meninggal juga, sementara karyawannya ditemukan meninggal di luar kamar,” urai Kapolsek.Meninggalnya tiga wanita ini pertama kali diketahui oleh mertua Gustiana Kamis pagisekitar pukul 08.00 wita. Saat itu mertua Gustiana melihat seorang karyawan yang juga bekerja di konter tersebut mengetuk pintu konter sambil memanggil nama Gustiana. Karena merasa dari depan konter tidak ada tanggapan, maka karyawan konter itu mencoba mengetuk dari belakang sambil memanggil nama Gustiana lagi.

“ Ketika karyawan itu mengetuk dari belakang tetap tidak ada tanggapan dari menantunya, saksi (Mertua Gustiana,Red.) langsung curiga telah terjadi sesuatu. Kemudian saksi bersama warga lainnya naik ke atap konter dan membuka atap seng di kamar mandi. Kemudian mereka masuk ke dalam konter setelah menjebol plafon,” jelas Agus.

Setibanya di dalam konter, mertua Gustiana dan warga mencium bau menyengat seperti gas atau asap. Selanjutnya mertua Gustiana bergegas menuju kamar tidur.

“ Ternyata kamarnya terkunci dan saksi langsung mendobrak pintu kamarnya. Saat itulah saksi melihat menantu beserta cucunya ditemukan meninggal di atas tempat tidur, sementara korban satunya di luar kamar,” terang Agus, lagi.Mengenai kejadian itu, petugas Polsek Muara Jawa baru mendapatkan akan kejadian itu sekitar pukul 09.00 wita. Kemudian Kapolsek beserta Kanit Reskrim Ipda Dedi dan personel langsung mendatangi lokasi kejadian bersama dokter dari Puskesmas Muara Jawa guna melakukan visum luar.

“ Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter tidak ada tanda-tanda kekerasan, namun  pada hidung ketiga korban mengeluarkan cairan. Kemudian pada kulit dan mulut ketiga berwarna merah muda seperti ciri-ciri orang keracunan monoksida,” ucap Agus.

Sementara dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) oleh petugas kepolisian, konter handphone berlantai satu itu tidak memiliki ventilasi udara atau jendela. Saat pemeriksaan ditemukan genset dalam keadaan mati akibat kehabisan bensin di dapur yang menyatu dengan ruangan lain. Kemudian tambah Agus, AC (Air Conditioner) di dalam kamar ditemukan menyala.

“ Untuk pintu ruko atau konter, baik di depan atau belakang tidak ada kerusakan. Bahkan tidak ada barang di konter yang hilang,” kata Kapolsek.

Agus menerangkan, saat kejadian ini terjadi suami Gustiana sedang berada di Malaysia mengantarkan anak pertamanya berobat. Sehingga Gustiana dan Kenzia Rabu (26/12/2018) malam itu menginap di konter handphone ditemani Ela, salah satu karyawannya.

Ternyata malam itu menjadi malam terakhir bagi ketiga wanita tersebut. Terjadi pemadaman listrik oleh PLN sejak pukul 22.00 wita hingga 02.00 wita atau selama 4 jam, sehingga Gustiana menyalakan genset dan ketiganya meninggal akibat terhisap asap atau racun monoksida yang berasal dari genset ketika tidur.

“ Dari keterangan keluarga, korban hanya sesekali saja menginap di konter itu. Tapi karena suaminya sedang ke Malaysia bersama anak pertamanya, malam itu (Rabu,Red.) korban menginap di konter bersama anak keduanya ditemani salah satu karyawan,” ujarnya, lagi.

Usai dievakuasi sekitar pukul 09.30 wita, jasad Gustiana dan Kenzia disemayamkan di konter tersebut, sementara jasad Ela dibawa ke rumah duka di Gang Apel, Muara Jawa. Dengan kejadian ini, Agus menghimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan genset.

“ Lebih baik disiapkan ruang khusus genset yang tidak menyatu dengan ruangan keluarga. Apabila tidak ada, letakkan genset diluar rumah atau tempat terbuka sehingga hasil pembuangan asap bisa langsung ke udara dan tidak terkumpul di dalam rumah. Sama halnya bisa menyalakan atau memanaskan mesin kendaraan, jangan di dalam garasi yang tertutup,” pungkasnya. (bay)

Berikan Tanggapanmu