Sandiaga: 125 Hari Menuju 17 April 2019

1News.id, Cilacap – Hari kedua kunjungan Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno di Cilacap, Jumat (14/12/2018), mengunjungi Pasar Gede, pasar rakyat di pusat kota Cilacap dan pedagang ikan di Pantai Teluk Penyu

Begitu tiba di pasar tersebut yang merupakan perpaduan pasar rakyat dan pasar modern, cawapres paling populer saat ini menyusuri deretan pedagang pakaian, para simpatisan Sandiaga terutama ibu-ibu langsung menyiapkan hpnya untuk mengabadikan momen langka tersebut.

Karena dinilai menghalangi jalan di pasar itu, para pengawal Sandiaga minta kepada ibu-ibu untuk tidak melakukan selfie, namun mengambil gambar sambil jalan.

Lantas Sandiaga menuju lantai dua di mana terdapat pedagang kecil dan sembako, juga para pedagang ikan dan sayuran.

Di sana, Sandiaga sempat berdialog dengan salah satu pedagang, Samini. Dia agak kaget ketika bertanya bahwa tahun depan apa sudah tahu akan ada Pilpres, Samini menjawab tidak tahu.

Lebih kaget lagi saat ditanya apa tahu dengan Jokowi, Samini menjawab tahu. Namun ketika ditanya apa tahu lawan Jokowi di Pilpres 2019 nanti, Samini menjawab tidak tahu.

Dari sini Sandiaga terus mencecar dengan pertanyaan apakah tahu Prabowo, Samini menjawab pernah dengar tapi tidak tahu.

Mendapat kenyataan tersebut Sandiaga berkomentar bahwa itu akibat kurangnya sosialisasi. Dia menegaskan akan mengevaluasi tim pemenangannya supaya berjuang lebih keras lagi, mengingat Pilpres tinggal 125 hari lagi menuju 17 April 2019.

Perjalanan dilanjutkan untuk medengarkan keluhan dan aspirasi pedagang lainnya. Rata-rata mereka mengeluhkan tingginya harga yang berefek kepada sepinya pembeli.

Ketika mengunjungi pedagang ikan dan nelayan di Pantai Teluk Penyu, Sandiaga berdialog sambil duduk lesehan bersama warga dan menikmati kopi.

Keluhan pedagang ikan dan nelayan yaitu adanya banyak pedagang asing terutama dari Tiongkok yang berjualan di Cilacap sehingga harga menjadi tidak stabil.

Merespon hal itu, Sandiaga akan berusaha membantu terutama dari sisi permodalan menggunakan sistem bagi hasil.

Juga di tempat itu Sandiaga diberi kejutan oleh seorang pedagang, yakni berupa bantuan biaya kampanye. Sandiaga kaget dan merasa trenyuh. “Tapi tak apa-apa. Saya ikhlas menerima ini dan nanti akan tetap saya laporkan. Saya juga sering mendapat hal seperti ini di manapun saya berkampanye. Terimakasih,” ucap Sandiaga.

Setelah itu Sandiaga dan rombongan menuju Masjid Agung Darussalam untuk menunaikan salat Jumat.

Usai salat Jumat, perjalanan dilanjutkan untuk makan siang dan menuju Gedung IPHI di Gumilir, Cilacap Utara untuk bersilaturahmi dengan relawan dan kader partai koalisi pendukung Prabowo-Sandi.

Kali ini Sandiaga akan bertemu langsung dengan warga masyarakat Cilacap.

Keluhan serta aspirasi dari masyarakat Cilacap yang didapatnya antara lain lapangan pekerjaan yang banyak menggunakan tenaga asing dibanding putra daerah, kesejahteraan yang dinilai kurang untuk para pedagang, nelayan, dan petani.

“Di bawah Prabowo-Sandi, kita akan serius memprioritaskan lapangan kerja untuk orang asli Cilacap atau putra daerah, serta membuka lapangan kerja baru untuk putra-putri Cilacap,” tandasnya.

Selain itu, jika Prabowo-Sandi terpilih nanti akan berupaya meningkatkan kesejahteraan para pedagang, petani, dan nelayan Cilacap melalui kebijakan yang merakyat yang diberikan Pemerintah nantinya.

Sandiaga menilai, masyarakat Cilacap sudah cerdas dalam memilih dan mereka menginginkan adanya perubahan yang lebih baik.

“Oleh karena itu, jika terpilih nanti Prabowo-Sandi akan berupaya mewujudkan harapan masyarakat Cilacap,” katanya yang disambut tepukan riuh. (Red/E)

Berikan Tanggapanmu