EVAKUASI KORBAN : Warga bersama Petugas Bhabinkamtibmas Polsek Muara Jawa saat mengevakuasi jasad Rs dari empang menuju rumah duka menggunakan perahu ketinting. (Ist)

Diduga Depresi Penyakit Tak Kunjung Sembuh

1News.id, Kutai Kartanegara – Kamis (6/12/2018) pagi sekitar pukul 10.00 wita suasana di Kelurahan Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendadak ramai. Pasalnya seorang nelayan atau petani tambak berinisial Rs (46) warga Jalan Tahir, Kelurahan Muara Jawa Pesisir, Muara Jawa ditemukan tewas gantung diri.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, melalui Kapolsek Muara Jawa AKP Agus Arif Wijayanto didampingi Kanit Reskrim Ipda Dedi S saat di konfirmasi membenarkan kasus tersebut. Dia menerangkan, jasad juragan empang itu ditemukan tergantung pertama kali oleh petani tambak bernama Arifudin (40) di Pondok Empang milik Rs di Daerah Prangatan Muara Pegah, Kelurahan Muara Kembang, Muara Jawa.

“ Jadi awalnya saksi (Arifudin,Red.) sekitar pukul 10 pagi memanggil-manggil nama korban diluar pondok. Karena korban tidak juga keluar saat dipanggil, saksi yang mengetahui kalau korban sedang sakit mencoba mengecek ke dalam pondok,” terang Agus kepada harian ini, Kamis sore.

Karuan saja, Arifudin langsung kaget ketika membuka pintu pondok. Arifudin melihat Rs sudah tergantung dengan kondisi meninggal dunia. Kemudian Arifudin bergegas keluar pondok untuk memberitahukan kepada H Kamsa (38) beserta petani tambak lainnya. Kemudian bersama-sama mereka kembali ke pondok tempat Rs mengakhiri hidupnya menggunakan kain yang tergantung dan diikatkan ke leher.

“ Setelah itu, saksi mencoba mendatangi istri korban dirumahnya sekitar 30 menit dari TKP menggunakan perahu ketinting untuk memberitahukan kejadian yang menimpa suaminya,” ucap Agus.

Usai Arifudin memberikan kabar duka itu, istri Rs meminta agar jasad Rs diturunkan dan dibawa ke rumah duka. Kemudian dengan perahu ketinting lagi, Arifudin kembali lokasi pondok tempat Rs berada.

“ Ketika tiba di lokasi, para saksi langsung menurunkan jasad korban dan dibawa ke rumah duka menggunakan perahu ketinting. Kemudian barulah mereka melaporkan kejadian itu ke Babinkamtibmas kami,” jelas Kapolsek, lagi.

Saat jasad Rs berada di rumah duka, pihak Kepolisian bersama Dokter Puskesmas setempat datang sekitar pukul 14.30 wita untuk melakukan visum luar. Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, Rs murni meninggal karena gantung diri.

“ Usai visum jasad korban langsung kami serahkan ke pihak keluarga. Rencananya Jumat besok akan dikebumikan di Kuburan Muslimin Muara Jawa. Dugaan kami korban meninggal karena depresi akibat penyakit yang di deritanya tak kunjung sembuh,” pungkas Agus. (Bay)

Berikan Tanggapanmu