BANTU MEMADAMKAN – Warga dibantu petugas Balakarcana Kota Samarinda tengah berusaha memadamkan api yang melalap pemukiman di Jalan Hasan Basri, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kamis (6/12/2018) siang kemarin. (Photo : Tono/1News)

Diduga Akibat Kompor Meledak, Banyak Warga Menonton

1News.id, SAMARINDA – Belasan pemukiman padat penduduk di Jalan Hasan Basri (Merak), tepatnya di gang 2 Blok A dan B, RT 23 dan 26, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda ludes terbakar, Kamis (6/12/2018) siang pukul 14.30 wita.

Sedikitnya, 15 bangunan yang berada di RT 23 rusak berat, ditambah 5 bangunan lain dan 1 Mushola mengalami rusak ringan. Sedangkan di RT 26, terdapat 6 bangunan terdampak kebakaran ini. Total sementara terdapat 28 bangunan yang terdaftar dalam musibah ini.

Akibat kebakaran tersebut, sebanyak 29 Kepala Keluarga (KK) atau 104 jiwa harus kehilangan tempat tinggal. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Kepada wartawan, Herman (39) salah seorang warga RT 26 yang terdampak akibat kebakaran ini mengatakan belum mengetahui lebih pasti asal mula api. Dia mengaku sewaktu kebakaran mulai terjadi, dirinya sedang istirahat dirumah.

“ Waktu saya sedang istirahat dirumah, saya mendengar ada warga yang berteriak api dan minta tolong, sehingga saya langsung terbangun. Pas saya keluar, api sudah cukup besar dan hanya berjarak dua rumah dari rumah saya,” terang Herman.

Saat kebakaran terjadi, Herman hanya sempat menyelamatkan surat surat berharga dan sejumlah kendaraan pribadi, beserta seluruh keluarganya. Dirinya belum dapat memastikan total keseluruhan kerugian yang di deritanya.

“ Alhamdulillah semua keluarga selamat. Itu yang terpenting,” ucapnya.

Sementara itu Plt Dinas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda, Makmur Santoso menerangkan, dari hasil laporan dilapangan dan keterangan sejumlah warga, api pertama kali terlihat dari rumah milih sodara Untung yang berada di RT 23.

“ Dugaan sementara, ada kompor yang meledak, namun hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan Polsek Sungai Pinang,” jelas Makmur.

Setidaknya sebanyak 10 unit mobil tangki milik tim Balakarcana Kota Samarinda dikerahkan untuk memadamkan api ditambah 15 mesin portable milik relawan. Selama pemadaman dilakukan, Makmur menyayangkan banyaknya warga yang menonton di sekitar lokasi kebakaran, ditambah dengan akses jalan yang cukup sempit, sehingga membuat proses evakuasi korban dan pemadaman api terhambat.

“ Bukan hanya itu saja, kendala kami dilapangan karena banyaknya kendaraan roda dua milik warga yang terparkir sembarangan,” tegas Makmur.

Kebakaran tersebut akhirnya berhasil dijinakkan 30 menit kemudian setelah sejumlah unsur yang turut terlibat dalam upaya pemadaman yakni relawan kota Samarinda, Damkar Kota Samarinda, BPBD, PMI, TNI dan Polri berupaya melakukan pemadaman. (Ono918)

Berikan Tanggapanmu