TERCIDUK POLISI : Wakapolresta Samarinda AKBP Dedi Agustono didampingi Kasat Resnarkoba Kompol Markus bersama Kasubag Humas Ipda Danovan saat press rilis di Mapolresta Samarinda, Kamis (6/12/2018) kemarin. (Photo : Tono/1News)

Diduga Jaringan Antar Negara, Rencana Dijual Keluar Kaltim

1News.id, SAMARINDA – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Samarinda berhasil meringkus residivis kambuhan yang membawa 1 kilogram lebih narkotika jenis sabu, Rabu (5/12/2018) malam lalu.

Saat ditemui wartawan, Wakil Kepala (Waka) Polresta Samarinda AKBP Dedi Agustono, didampingi Kasat Reskoba Kompol Markus dan Kasubag Humas Ipda Danovan membenarkan kasus tersebut. Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat bahwa di bilangan Jalan Ringroad, tepatnya di depan Perumahan Royal Regency, Kecamatan Samarinda ulu, Kota Samarinda kerap terjadi transaksi narkoba.

“ Setelah menerima laporan tersebut, anggota kami langsung turun ke lokasi tersebut untuk melakukan penyelidikan. Ternyata benar saja, saat itu anggota melihat dua orang mencurigakan yang menggunakan sepeda motor dengan nomor kendaraan KT 6832 RE datang ke kawasan perumahan tersebut,” kata Dedi dalam press rilis, Kamis (6/12/2018) kemarin.

Dua orang tersebut diketahui bernama Zainal dan Hasan, warga Samarinda. Keduanya merupakan residivis kambuhan yang baru bebas dari Lapas klas IIB Tenggarong pada bulan Juli lalu.

“ Pelaku ditangkap oleh anggota saat mengambil sebuah tas berwarna coklat di taman sekitar perumahan. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan narkoba jenis sabu seberat 1.032,8 gram atau 1 kilogram yang tersimpam rapi dalam satu bungkus teh merk Guanyinwang. Kalau diuangkan, sabu itu nilainya mencapai Rp 1,3 miliar,” terang Wakapolresta.

Saat ini, lanjut Dedi, Zainal dan Hasan beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolresta Samarinda guna pemeriksaan lebih lanjut.

“ Pelaku diketahui berperan sebagai kurir, namun ini bukan kali pertama. Pelaku merupakan residivis yang bebas bulan 7 tahun 2018 lalu. Dari keterangan pelaku, rencananya barang ini akan di jual keluar Kaltim,” tutur Dedi.

Bahkan, Kasat Reskoba Kompol Markus menambahkan, sabu yang dibawa Zainal diperkirakan masuk dalam jaringan Narkoba antar negara.

“ Perkiraan kami barang tersebut masuk dari perbatasan antara Kalimantan dan Malaysia,” cetus Markus.

Saat ini Zainal dan Hasan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) dan Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati. (Ono918)

Berikan Tanggapanmu