DITERJANG ANGIN : Atap dan katu di bangunan Pelabuhan PT KPR Loa Duri, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) roboh usai dilanda fenomena angin puting beliung, Rabu (12/12/2018) sore. Wakapolsek Loa Janan Iptu Widadi beserta personil melakukan pengecekan di lokasi usai kejadian. (ist)

Bangunan Pelabuhan PT KPR Loa Duri Roboh, Atap dan Kayu Timpa Kendaraan

1News.id, Kutai Kartanegara – Fenomena angin puting beliung melanda Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (12/12/2018) sore sekitar pukul 14.57 wita. Fenomena tersebut menimpa Pelabuhan perusahaan pabrik kayu milik PT Kayu Perkasa Raya (KPR). Beruntung dalam musibah tidak memakan korban jiwa, hanya kerugian material.

“ Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Hanya atap dan kayu di pelabuhan tersebut yang terlepas dan terlempar hingga ke pinggiran jalan,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, melalui Kapolsek Loa Janan AKP M Dahlan Djauhari kepada harian ini.

Djauhari menegaskan, fenomena yang berlangsung beberapa menit saat hujan deras tersebut hanya mengenai pelabuhan PT KPR saja, tidak menimpa rumah warga sekitar.

“ Rumah warga tidak ada yang kena. Tapi atap yang terlepas akibat angin puting beliung itu menimpa sejumlah kendaraan milik perusahaan dan karyawan PT KPR yang sedang diparkir di pelabuhan itu,” terang Kapolsek, lagi.Usai musibah terjadi, Kapolsek memerintahkan Wakapolsek Loa Janan Iptu Widadi beserta personil langsung mendatangi lokasi kejadian. Kepada petugas, Wawan, salah satu pimpinan di PT KPR mengaku kalau akibat fenomena itu, PT KPR mengalami kerugian sekitar Rp 20 hingga Rp 30 juta. Itu belum ditambah kerusakan kaca depan mobil Honda CRV milik Wawan akibat terkena runtuhan.

“ Kalau dari keterangan pemilik mobil (Wawan,Red.) kerugiannya sekitar Rp 5 juta akibat kaca depan mobilnya pecah,” ucap Djauhari.

Ketika fenomena angin puting beliung terjadi, sempat membuat sejumlah warga sekitar panik. Bahkan sejumlah petugas keamanan atau sekuriti yang sedang berjaga di pelabuhan PT KPR langsung menyelamatkan diri saat melihat angin berputar itu datang dari arah sungai Mahakam mengarah ke pelabuhan.

“ Waktu angin puting beliung datang, mereka (Sekuriti,Red.) semua lari menyelamatkan diri keluar dari pelabuhan. Mereka hanya sempat melihat sekilas angin itu datang dari arah sungai dan langsung mengarah ke pelabuhan, hingga akhirnya semua atap dan kayu roboh,” pungkas Djauhari. (bay)

Berikan Tanggapanmu