AKIBAT NGEDAR : Doyok saat diamankan di Mapolsek Sungai Pinang akibat mengedarkan sabu. (Photo : Tono/1News)

Pasang Kamera CCTV Untuk Awasi Sekitar Rumah

1News.id, SAMARINDA – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polsek Sungai Pinang kembali mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba, Senin (10/12/2018) lalu. Kali ini Zk alias Doyok (32) warga Jalan Rajawali Dalam 3 RT 10, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda. 

Terungkapnya kasus ini bermula dari hasil penyelidikan Unit Opsnal Satresnarkoba Polsek Sungai Pinang usai menerima laporan dari masyarakat bahwa di kawasan Jalan Rajawali Dalam 3 kerap terjadi transaksi narkoba. Hasilnya, petugas mencurigai salah satu rumah milik Doyok yang diduga sebagai sarang narkoba.

Betul saja, tepat Senin lalu saat petugas menyambangi rumah tersebut dan mengamankan Doyok saat sedang makan di dalam rumah bersama istrinya. Ketika dilakukan penggeledahan, anggota menemukan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 1 poket kecil seberat 3,03 gram lengkap dengan timbangan digital. Bahkan, petugas juga menyita 1 unit handphone dan 1 unit kamera cctv beserta televisi 21 inc.

“ CCTV itu digunakan pelaku untuk mengawasi sekitar rumah, takutnya ada polisi yang datang,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Iptu Wawan Gunawan kepada wartawan.

Usai diamankan, Doyok langsung digiring ke Mapolsek Sungai Pinang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari pengakuan Doyok, barang haram itu diperolehnya dari rekannya berinisial Id, seorang DPO (Daftar Pencarian Orang).

“ Dia (Doyok,Red.) mengaku baru sebulan ikut menjual sabu itu. Dia juga ngakunya hanya menerima upah dari rekannnya itu sebesar Rp 200 ribu per gramnya apabila laku terjual,” jelas Wawan.

Akibat perbuatannya, Doyok saat ini sudah mendekam di ruang tahanan dan ditetapkan sebagai tersangka. Doyok dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) jo Pasal 114 ayat (1) UURI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Ono918)

Berikan Tanggapanmu