NASIB SIAL : Ridho saat dimintai keterangan oleh Kanit Reskrim Polsekta Sungai Pinang Iptu Wawan karena kedapatan menyimpan sabu di kontrakannya. (Ono)

Diminta Lihatkan STNK, Malah Temukan Sabu di Kontrakan

1News.id, SAMARINDA – Aparat Polsekta Sungai Pinang berhasil menangkap satu pemain narkoba bernama Ridho (46). Dia ditangkap Selasa (6/11/2018) lalu sekitar pukul 17.00 wita di sebuah kontrakan di Jalan M Said, Gang Surya Rt 13, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto, melalui Kanit Reskrim Polsekta Sungai Pinang Iptu Wawan menerangkan, terungkapnya kasus ini berawal saat petugas Polsekta Sungai Pinang menggelar rajia dalam rangka Operasi Zebra Mahakam 2018 di Jalan PM Noor. Saat berlangsung rajia, Ridho melintas dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio tanpa menggunakan plat nomor.

“ Melihat pelaku membawa motor yang mencurigakan, anggota kami langsung menghentikan dan melakukan pemeriksaan. Ternyata selain membawa sepeda motor tanpa plat nomor, pelaku juga tidak membawa surat kendaraannya (STNK,Red.),” kata Wawan kepada wartawan.

Kepada petugas, Ridho mengaku surat kendaraannya ketinggalan di kontrakan. Makin curiga, petugas langsung mengajak Ridho ke kontrakannya untuk membuktikan omongannya.

“ Jadi anggota kami mendampingi pelaku ke kontrakannya. Awalnya hanya mau melihat surat kendaraan sepeda motor itu, tapi setibanya di kontrakan, anggota malah menemukan plastik klip yang biasa digunakan untuk membungkus sabu dibelakang pintu dapur,” ungkap Wawan.

Karuan saja, petugas makin menaruh curiga kalau Ridho merupakan pemain narkoba. Sehingga, lanjut Wawan, saat itu dilakukan penggeledahan secara menyeluruh di kontrakan yang dihuni Ridho di Jalan M Said tersebut.

“ Ternyata kecurigaan anggota benar. Saat digeledah, anggota menemukan satu poket besar berisikan narkoba jenis sabu seberat 2,61 gram di dalam dompet berwarna cokelat dan sebuah timbangan digital yang disembunyikan di bawah papan lantai dapur kontrakannya,” terang Kanit.

Kedapatan menyimpan narkoba membuat Ridho tak berkutik saat digiring ke Mako Polsekta Sungai Pinang. Kepada petugas, Ridho mengaku membeli barang haram itu di kawasan Samarinda Seberang. Dengan modal Rp 3 juta, Ridho biasa membeli sabu sebanyak 3 gram kepada bandar.

“ Selain mengedarkan, pelaku juga memakai sendiri. Makanya barangnya tidak sampai 3 gram. Pelaku biasa mengedarkan sabu di kawasan Karang Paci, bahkan pelaku juga menyediakan paket hemat seharga Rp 100 ribu-an,” beber Wawan.

Akibat perbuatannya, Ridho sudah ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di sel Mako Polsekta Sungai Pinang. Ridho dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 112 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (Ono918)

Berikan Tanggapanmu