Foto : estanto

1News.id, Cilacap – 85 warga Dusun Kebo Kepala, yang kini dikenal dengan Dusun 9, Desa Menganti, Kecamatan Kesugihan, Cilacap, melakukan cek kesehatan, Kamis (8/11/2018).

Kegiatan di rumah kepala Dusun 9 ini merupakan keempat kalinya dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Sumber Segara Primadaya (S2P) selaku pengelola PLTU Cilacap di Desa Karangkandri, yakni Cek Kesehatan Keliling (Cekeli).

Kepala Dusun 9 Mislam menjelaskan, kegiatan ini rutin dilakukan PLTU, tapi masih setahun sekali.

Menurutnya, warga ingin kegiatan ini minimal
sebulan sekali atau seminggu sekali. Sebab, dusun ini terdampak adanya PLTU terutama debu.

“Ini yang keempat kalinya, peserta biasanya sekitar 100-200 orang datang berobat,” katanya.

Selain pengobatan gratis, menurutnya warga ingin banyak bantuan datang dari PLTU, seperti gapura.

“Yang sangat diharapkan dari warga adalah pembuatan pintu air di Kaliyasa. Karena jika air pasang, maka air asin masuk ke area persawahan, sehingga warga yang berprofesi sebagai petani di sepanjang Kaliyasa gagal panen,” tandasnya.

Dulu, katanya, sebelum ada PLTU jika pasang air laut masuk, tetapi tidak ke persawahan warga. Sekarang air asin masuk ke persawahan saat pasang, sehingga 60 hektar sawah gagal panen.

Dengan dibuatkan pintu air bisa mencegah masuknya air laut ke persawahan warga.

“Kami meminta ke PLTU karena Pemkab Cilacap hingga kini belum merespon proposal kami terkait pintu air,” ucapnya.

Mislam mengakui pelayanan PLTU saat ini sudah baik, namun perlu ditingkatkan lagi terutama bantuan-bantuan dari CSR-nya.

“Warga mintanya berupa fisik sehingga kelihatan. Sementara ini dari PLTU masih berupa pemberdayaan, seperti pelatihan dan sebagainya,” tegasnya.

Staf CSR PT S2P Sarjoko mengatakan, Cekeli ini merupakan satu satu program CSR dari PT S2P dan nantinya akan dilakukan di tiga titik.

“Titik pertama tahun ini kita adakan di Dusun 9, Desa Menganti,” katanya.

Untuk Cekeli ini, jelasnya, obat dan dokter merupakan kolaborasi dokter dari PT S2P dan Puskesmas Kesugihan II,” ujarnya.

Tentang adanya temuan warga yang harus ada tindakan lanjut, menurut Sarjoko akan dilaporkan ke atasan dan kita diskusikan, pasien tersebut bisa di-cover atau tidak.

“Intinya cek kesehatan ini adalah niatan baik kita untuk memberikan pelayanan kesehatan ke warga sekitar perusahaan,” tandas dia.

Selain cek kesehatan bagi warga sekitar, CSR di PT S2P juga melaksanakan jambanisasi, jamban sehat untuk keluarga rumah tangga miskin.

“Bulan April tahun ini kita sudah melakukan 30 jambanisasi terhadap keluarga rumah tangga miskin yang belum mempunyai jamban, dan setiap tahun akan rutin diadakan jambanisasi,” jelasnya.

Bantuan jambanisasi ini diperuntukkan bagi warga di ring 1, seperti Dusun Winong dan Semampir, Desa Slarang.

Jambanisasi ini bekerja sama dengan Puskesmas Kesugihan II di Karangkandri untuk mendata warga yang belum mempunyai jamban.

Pada tahun 2017 sudah dilaksanakan di Desa Karangkandri dan tahun 2018 di Desa Slarang. Sementara tahun 2019 mendatang diagendakan di Desa Menganti.

“Dan, CSR kami fokus di ring 1,” tegas Sarjoko.

Sarjoko menjelaskan, CSR PT S2P ada beberapa bidang, yaitu pendidikan, kesehatan, sosial lingkungan, dan ekonomi. Namun yang utama adalah di pemberdayaan masyarakat.

“Kita punya beberapa kelompok binaan kita yang bergerak di bidang ekonomi dan tersebar di desa yang berada di ring 1,” tutupnya.

Terpisah, Rasinem (51), warga Dusun 9 mengaku senang dengan cek kesehatan keliling ini. Dia berharap bisa berlangsung terus karena bermanfaat bagi warga.

“Meski ada pengobatan gratis, semoga warga di sini sehat terus,” katanya. (Red/E)

Berikan Tanggapanmu