BUKTI KOMITMEN – Rig Hakaryu-14 yang di operasikan PT PHM sebagai rig ke-4 untuk melakukan pengeboran sumur-sumur lepas pantai di WK Mahakam. Saat ini rig ini sedang melaksanakan kegiatan pengeboran di Lapangan Bekapai, Kukar.(ist)

Target Lakukan Pengeboran 65 Sumur di WK Mahakam

1News.id, BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mengoperasikan rig ke-4 yakni jack up Rig Hakuryu-14 untuk melakukan pengeboran di lepas pantai. Rig tersebut akan menyelesaikan target mengebor 65 sumur di Wilayah Kerja (WK) Mahakam yang terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) yang dikelola oleh Pertamina sejak 1 Januari 2018 lalu. Pengeboran di WK itu sendiri, sesuai dengan Work Program dan Budget 2018 yang telah di setujui oleh SKK Migas (Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi).

PT PHM dibawah dukungan SKK Migas sebelumnya telah mengoperasikan tiga rig pengeboran lainnya, yakni Rig Maera dan Rig Yani untuk wilayah delta dan Rig Tasha untuk lepas pantai (offshore). Sementara Rig Hakury-14 ini telah di operasikan sejak minggu kedua bulan November 2018. Hebatnya lagi, sebagai bentuk komitmen PT Pertamina melalui PHM, satu rig lagi akan di datangkan pada bulan Desember 2018 mendatang.

“ Rencananya tahun 2019, lima rig tersebut akan melanjutkan kegiatan pengeboran yang lebih aktif di WK Mahakam. Itu untuk meningkatkan produksi gas dan minyak secara optimal dan memberikan hal yang terbaik bagi Negara,” kata General Manager PHM, Jhon Anis kepada wartawan, Kamis (22/11/2018) kemarin. 

WK Mahakam di Kukar itu terdapat lima lapangan yang memproduksi gas, terdiri Tambora, Tunu, Peciko, Sisi Nubi, dan South Mahakam. Bahkan terdapat dua lapangan yang memproduksi minyak yakni di Bekapai dan Handil.  Sebagai blok migas yang telah dioperasikan lebih dari 50 tahun, WK Mahakam sejak tahun 2010 telah memasuki fase 4, yakni penurunan produksi secara alami (natural decline).

Untuk diketahui, Rig Hakuryu-14 akan segera dioperasikan di Lapangan Bekapai (sumur BG-21 dan BG-22) yang berada di perairan Selat Makassar. Sebelumnya, rig itu akan mengebor 6 sumur lagi di tiga lapangan lainnya. Rig Hakuryu-14 ini adalah milik PT Japan Drilling Indonesia (JDI) dan baru selesai dibangun tahun 2018 ini. Rig tersebut ditarik langsung dari galangannya di Singapura pada 31 Oktober 2018 lalu dan tiba di Balikpapan pada 12 November 2018. 

Rencananya, Rig Hakaryu-14 akan dioperasikan di WK Mahakam selama setahun, dengan opsi perpanjangan selama 1 tahun. Upaya untuk mendatangkan dan mengoperasikan Rig Hakuryu-14  dapat terlaksana berkat dukungan penuh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) RI, SKK Migas, maupun berbagai otoritas pemerintah yang terkait.  

Mengenai standar keselamatan yang tinggi tetap dipertahankan oleh PHM. Untuk tahun 2018 sendiri, PT PHM telah mencapai lebih dari 23 juta jam kerja dengan hanya satu  Lost Time Injury (LTI) atau kecelakaan kerja yang menyebabkan pekerja harus diistirahatkan untuk pemulihan. (*bay)

Berikan Tanggapanmu