AKIBAT MENCURI : MA, seorang ibu rumah tangga (IRT) diamankan Tim Alligator Polres Kukar karena menguras isi rekening tabungan milik RN, temannya sendiri. (ist)

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Seorang ibu rumah tangga (IRT) sebut saja inisialnya MA (30) warga RT 75 Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terbilang nekat. Ya, Minggu (4/11/2018) siang lalu, wanita itu tega menguras isi rekening tabungan milik temannya, berinisial RN (22) warga Kilometer 20 Kelurahan Loa Ipuh Darat, Tenggarong. Akibatnya duit di rekening tabungan RN ludes. Nah, Selasa (6/11/2018) kemarin, MA dibekuk Tim Alligator Sat Reskrim Polres Kukar dipimpin Ipda Aksaruddin Adam.

“ Keterangan korban (RN, Red.), isi rekening di tabungannya semula berjumlah sebesar Rp 4,5 juta lebih, tersisa Rp 90 ribu. Sedangkan uang sebesar Rp 4,4 juta diambil pelaku (MA, Red.) digunakannya membeli perhiasan emas, seharga Rp 3,2 juta. Tersisa uang tunai sebanyak Rp 1,1 juta. Semua itu, uang tunai maupun perhiasan emas seberat 6,15 Gram berupa kalung lengkap dengan liontin serta cincin, sudah diamankan sebagai barang bukti,” ungkap Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar melalui Kasat Reskrim AKP Damus Asa kepada wartawan.Aksi jahat MA bermula Sabtu (3/11/2018) malam, sekira pukul 20.00 Wita. Ketika itu RN bersama seorang anaknya, datang ke rumah MA. RN dan MA memang sudah lama berkawan. Saat RN datang, lebih dulu sudah seorang temannnya, sebut saja CA di kediaman MA. Selanjutnya, sekira 30 menit kemudian RN minta diantarkan CA mencari minuman keras (Miras) ke sebuah toko.

Tidak begitu lama berlalu, RN dan CA sudah ada lagi di rumah MA. Ketiganya kemudian pesta miras sembari karaoke alias nyanyi bareng. Setelah lelah karaoke serta miras habis ditengak, RN bermalam di rumah MA. Singkat cerita, keesokan paginya atau Minggu (4/11/2018) pukul 06.00 Wita, MA sudah bangun kemudian “beres-beres” rumahnya.

“Saat bersih-bersih di ruang tamu pagi itu, MA mendapati tas milik RN dalam kondisi tumpah. Sehingga berbagai barang dalam tas itu, termasuk lembaran kartu ATM rekening tabungan RN, berhamburan di lantai. Kemudian MA memungut serta memasukan kembali barang-barang itu ke tas RN. Tapi kartu ATM-nya diambil MA,” jelas Damus.

Sekitar pukul 08.30 Wita, RN pamit pulang ke MA. IRT itu tak sempat lagi memperhatikan keberadaan kartu ATM dalam tas kecil miliknya. Setelah pekerjaan di rumahnya beres, tengah hari itu MA kemudian menguras isi rekening tabungan RN. Rupanya saat akan membeli miras malam sebelumnya, RN sempat memberitahukan pin ATM-nya kepada MA. Hanya berbilang menit, MA mengambil sebanyak Rp 4,4 juta di ATM sebuah bank terletak di Jalan Cut Nyak Dien, Tenggarong.

Tidak perlu lama pula, MA segera membeli sejumlah perhiasan emas. Seperti seuntai kalung serta liontinnya, serta sebuah cincin. Perhiasan berbahan logam mulia itu ditebus MA dengan harga mencapai Rp 3,3 juta. Sehingga uang di tangan MA tersisa Rp 1,1 juta. Nah, sementara RN yang menyadari ATM-nya lenyap sembari menduga “dikerjai” MA, akhirnya mengadu ke polisi.

“Begitu ada laporan, maka Tim Alligator dikerahkan menyelidiki. Akhirnya terungkap jika MA telah menguras isi ATM temannya. Jadi mau tidak mau, kini MA sebagai terduga pelaku pencurian harus menjalani proses hukum,” kata Damus. (bay)

Berikan Tanggapanmu