Photo : Kadis BPS Kaltim, Atqo Mardiyanto. (Ono)

Akibat Penurunan Pendapatan Rumah Tangga

1News.id, SAMARINDA – Memasuki Triwulan III tahun 2018, kondisi ekonomi konsumen di Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh penurunan besaran nilai Indeks Tendensi Konsumen (ITK) menjadi 96,26 persen akibat penurunan pendapatan rumah tangga.

Kepala Dinas Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltim, Atqo Mardiyanto menerangkan, berdasarkan data yang di lansir oleh BPS Kaltim, perkiraan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan IV 2018 mendatang tidak lebih baik, jika dibandingkan dengan kondisi triwulan saat ini. Hal ini di dasari oleh komponen pendapatan rumah tangga yang mengalami peningkatan, namun tidak di iringi dengan meningkatnya rencana pembelian barang tahan lama.

“ Indeks Tendensi Konsumen (ITK) adalah indikator perkembangan ekonomi konsumen terkini yang di hasilkan BPS Kaltim melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). Dimana ITK saat ini  merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan triwulan mendatang,” jelas Atqo, Selasa (06/11/2018).

Dia menambahkan, sejauh ini sampel STK pada triwulan III 2018 sebanyak 323 rumah tangga yang tersebar di kota Balikpapan, Samarinda, Bontang, dan Berau. Dimana, responden STK tersebut dipilih dari kerangka sampel blok sensus Susenas Maret 2018 untuk daerah perkotaan.

Jika melihat perbandingan regional, lanjut Atqo, kondisi ekonomi di Kalimantan Barat (Kalbar) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) jauh mengalami peningkatan. Bahkan nilai ITK kedua provinsi tersebut di atas ITK Nasional yang besarannya mencapai 101,23 persen. Sedangkan 2 provinsi lainnya, yaitu Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kaltim saat ini, kondisi ekonominya tidak lebih baik dari triwulan sebelumnya.

“ Tingkat optimisme konsumen Kaltim bahkan relatif menjadi yang paling rendah di antara tiga provinsi lainnya di Pulau Kalimantan,” bebernya. (Ono918)

Berikan Tanggapanmu