Photo : Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Rifianto (int)

Laporan Intimidasi dan Pengrusakan Sekretariat Jatam Kaltim

1News.id, SAMARINDA – Kepolisian Resor Kota Samarinda akan menindaklanjuti laporan perihal intimidasi dan pengrusakan yang terjadi di Sekretariat Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur (Kaltim) di Kawasaan Perumahan Kali Manis, Blok C, Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Samarinda. Laporan tersebut telah masuk sejak, Senin (26/11/2018) lalu.

“ Kemarin (Selasa,Red.) saya baru terima suratnya, dan hari ini rekan kita (Jatam Kaltim,Red.) sudah kami panggil untuk memberikan keterangan langsung,” ucap Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Rifianto kepada wartawan, Rabu (28/11/2018) siang. 

Ia menegaskan, pihaknya akan segera menangani laporan ini sesuai dengan proses penyidikan.

“ Sejauh ini baru bentuk laporan yang sudah masuk. Jadi kami pangil dulu untuk memperoleh keterangan langsung dari yang bersangkutan, sebelum kami menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh di TKP (Tempat Kejadian Perkara),” terang Vendra.

Apabila sudah dilakukan terhadap pihak Jatam, maka akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi beserta alat bukti lainnya.

“ Yang jelas kasus ini akan ditangani sesuai dengan jalur hukum,” tegas Kapolresta, lagi.

Sekedar diketahui, pengrusakan di Sekretariat Jatam Kaltim terjadi, Senin (5/11/2018) malam lalu. Ketika itu terdapat 30 orang tak dikenal masuk dengan mendobrak pintu belakang dan melakukan penggeledahan. Atas hal inilah Jatam Kaltim merasa dirugikan  secara psikologis.

Ditemui usai pemeriksaan, Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang mengatakan, kuat dugaan pengrusakan yang terjadi di Sekretarian Jatam Kaltim disebabkan laporan terkait korban meninggal dunia di kolam tambang yang telah dikaji sejak 4 November 2018 lalu.

“ Pengrusakan ini mungkin juga dikarenakan adanya aktifitas kami yang menyuarakan penegakan hukum atas sejumlah pelanggaran perusahaan tambang batu bara di Bumi Etam. Saya menilai, tindakan intimidasi yang terjadi ini karena ada pihak-pihak yang terganggu dengan kampanye advokasi terhadap korban lubang tambang,” ujar Rupang. (Ono918)

Berikan Tanggapanmu