GAGALKAN NARKOBA : Kasat Resnarkoba Polres Kukar Iptu Romi didampingi KBO dan Kanit Narkoba saat memperlihatkan barang bukti yang diamankan dari pasutri Nj dan Rp, Senin (19/11/2018) kemarin. (ist)

Suami Istri Jadi Bandar Sabu, Pemasoknya Narapidana di Lapas Samarinda

1News.id, Kutai Kartanegara – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (19/11/2018) kemarin berhasil menangkap bandar narkoba. Mereka adalah pasangan suami istri (Pasutri) berinisial Nj (20) dan Rp (30) warga Jalan APT Pranoto RT 016, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kasat Resnarkoba Iptu Romi menerangkan, penangkapan ini bermula adanya informasi dari masyarakat bahwa di Jalan Poros KM 4, Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terdapat seseorang yang hendak mengantarkan narkoba jenis sabu. Mendapat info tersebut, petugas dari Unit Opsnal Resnarkoba Polres Kukar langsung melakukan pengintaian dilokasi tersebut.

“ Tepat pukul 7 malam, kami melihat seorang wanita sendirian dan tampak mencurigakan. Kemudian kami mendatanginya untuk diamankan,” kata Romi kepada wartawan, Rabu (21/11/2018) pagi.

Sewaktu dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 1 poket narkoba ukuran besar serta 30 butir inex warna hijau yang terbungkus plastik dan disimpan dalam alat speaker (kotak pengeras suara).

“ Kami buka speaker itu dengan obeng, ternyata didalamnya terdapat sabu dan inex,” terang Kasat, lagi.

Usai diamankan, petugas langsung melakukan pengembangan. Dari pengakuan Nj, barang itu adalah milik suaminya (Rp,Red.) yang sedang berada di rumah kontrakan. Tanpa menunggu lama, petugas langsung mengarah ke kontrakan tempat Rp berada setengah jam kemudian.

“ Waktu kami gerebek, pelaku sedang mengepak sabu. Sehingga pelaku tak bisa berkutik dan langsung kami amankan,” ucap Romi.Dari tangan Rp, petugas kembali mengamankan sejumlah barang bukti berupa 3 poket sabu seberat 66,96 gram, 40 poket kecil sebanyak 15,33 gram, timbangan digital, 2 bandel plastik klip, 1 korek gas, 1 pipet kaca, 1 sendok takar, dan barang bukti lainnya.

“ Usai diamankan, keduanya langsung kami bawa ke Mapolres Kukar untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” jelas Romi.

Dari pengakuan Nj, dirinya hanya diminta untuk mengantarkan barang itu oleh Rp, suaminya. Nj mengaku sama sekali tidak mengetahui isi di dalam speaker tersebut. Rencananya barang itu akan dititipkan menggunakan taksi gelap untuk dikirim ke Kalimantan Selatan (Kalsel). Sementara Rp membeberkan kalau barang ditangannya berasal dari seorang Narapidana (Napi) di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Samarinda berinisial Ar, Napi kasus narkoba yang divonis 17 tahun penjara. Itu dibuktikan dengan percakapan dalam pesan singkat (SMS,Red.) antara Rp dan Ar.

“ Mereka ini jaringan narkoba antar Provinsi. Bahkan dari pengakuan pelaku (Rp,Red.) pemasok atau pemilik barang itu seorang Narapidana di Lapas Samarinda. Meski saat kita tanya dia (Ar,Red.) tak mengakuinya, tapi kami ada bukti SMS-nya,” tegas Romi. (bay)

Berikan Tanggapanmu