SEMPAT DI HACK : Akun Facebook Milik Polresta Samarinda saat di Hack dengan postingan kegiatan 212 (1). Akun Polresta Samarinda setelah di ambil alih dan diganti logo baru (2). (photo : Humas Polresta Samarinda)

Sempat Terposting Kegiatan Bermuatan Gerakan 212

1News.id, SAMARINDA – Baru – baru ini Kepolisian Resor Kota Samarinda dikejutkan dengan ulah seorang hacker yang meretas akun media sosial (medsos) Facebook milik Polresta Samarinda sejak, Selasa (27/11/2018) kemarin. Akun tersebut berhasil memposting berita bermuatan kegiatan reuni gerakan 212.

Terkait hal ini, Kepala Bagian (Kabag) Humas Polresta Samarinda, Ipda Danovan mengatakan, pihaknya melalui Tim Cyber Crime Polresta Samarinda sudah melakukan penyelidikan untuk di tindaklanjuti. Apa pun yang menjadi motif dan tujuan dari hacker tersebut akan di kenakan sanksi sesuai dengan Undang- Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang berlaku saat ini.

“ Kemaren (Selasa,Red.) tepatnya pukul 3 sore, akun Facebook kami (Polresta Samarinda,Red) telah dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggungjawab. Oknum tersebut memposting kegiatan terkait dengan pelaksanaan apel akbar gerakan 212,” ungkap Danovan kepada wartawan, Rabu (28/11/2018).

Sehingga, lanjutnya, Tim Humas Polresta Samarinda langsung berupaya untuk melakukan pembenahan kembali terhadap akun tersebut, dengan mengganti simbol. Yang awalnya menggunakan logo humas, sekarang menggunakan logo Polresta Samarinda.

“ Alhamdulillah, akun tersebut berhasil kembali kita ambil alih dan hanya dipegang satu admin saja. Bahkan saya saja tidak mengetahui pasword akun Facebook itu. Hanya saja kita melakukan pembenahan dengan merubah penampilannya,” jelas Danovan, lagi.

Danovan menegaskan, pihaknya tidak mungkin memposting hal-hal seperti itu di akun Facebook Polresta Samarinda. Sehingga pintanya, masyarakat agar tidak mudah percaya dengan postingan yang sempat dipasang selama 15 hingga 30 menit tersebut.

“ Kita tidak mungkinlah memposting hal semacam itu, karena tugas kita adalah menjaga situasi agar tetap kondusif. Semoga saja hal ini tidak terulang lagi dan masyarakat tidak percaya dengan adanya postingan itu,” harapnya.

Namun, tambah Danovan, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan dan mencari oknum tersebut.

“ Kami akan terus menyelidikinya dan ingin tahu maksud serta tujuan yang bersangkutan menggunakan akun kami. Mudah – mudahan dalam waktu dekat tim siber dapat menemukan oknum tersebut,” ujarnya, lagi.

Danovan menilai, hasil penyelidikan terkait postingan yang dimuat oleh oknum tersebut tidak mengandung muatan berita palsu atau hoax. Bahkan tidak juga berisikan ujaran kebencian seperti penghinaan , pencemaran nama baik, penistaan, serta muatan berita yang memprovokasi.

“ Sudah kami pelajari informasi yang disampaikan oknum tersebut di akun kami. Sejauh ini tidak ada hal yang menyimpang, hanya sebatas pelaksanaan kegiatan 212,” bebernya.

“ Terkait masalah pemilu atau berita palsu dan ujaran kebencian juga tidak ada. Namun tetap, oknum tersebut akan di kenakan sanksi sesuai UU ITE jika terbukti melanggar, karena telah meretas akun milik Polresta Samarinda,” tambah Danovan. Untuk itu, di imbau kepada oknum itu agar dapat segera menyerahkan diri ke Polresta Samarinda guna proses lebih lanjut.

Sekedar diketahui, Sesuai UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 Pasal 28 ayat 1, penyebar berita – berita yang menimbulkan  kebencian, permusuhan, dan mengakibatkan ketidakharmonisan ditengah masyarakat, akan dikenakan hukuman penjara maksimal 6 tahun dengan denda Rp 1 miliar. (Ono918)

Berikan Tanggapanmu