JALAN PUTUS : Jalan Poros Sangasanga – Muara Jawa putus dan lima rumah amblas ke tanah akibat longsor yang diduga akibat dekat lokasi pertambangan milik PT ABN. (Photo : Bayu/1News)

1News.id, Kutai Kartanegara – Kamis (29/11/2018) siang pukul 14.00 wita, Jalan Poros Sangasanga menuju Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) putus. Bahkan menurut informasi, terdapat lima rumah warga yang terletak di pinggir jalan tersebut amblas ke dalam tanah. Beruntung dalam musibah tidak memakan korban jiwa, namun sejumlah warga sekitar langsung di ungsikan ke tempat yang aman.

“ Kita langsung amankan pemilik rumah dan warga yang tinggal di dekat lokasi kejadian. Ada yang mengungsi di tempat keluarganya dan ada di rumah warga. Namun kita akan berkoordinasi dengan muspika dan perusahaan untuk membuatkan posko pengungsian,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, melalui Kapolsek Sangsanga Iptu Muhammad Afnan kepada wartawan di lokasi kejadian, Kamis sore.Akibat longsor yang terletak di RT 9 Kelurahan Kampung Jawa, Kukar ini. Petugas langsung berkoordinasi dengan PT Indomining membuka jalan alternatif.

“ Kita sudah berkoordinasi dengan PT Indomining. Jadi nanti akan ada jalan alternatif atau pengalihan arus melalui Kelurahan Pendingin melalui PT Indomining dan tembus di Muara Jawa,” ucap Afnan.

Terpisah saat ditemui, Supardiono warga sekitar mengatakan, lokasi longsornya tersebut dekat dengan warung milik anaknya. Saat kejadian dirinya sedang tidur di dalam rumah.

“ Saya tadi sedang tiduran di rumah, kemudian saya dengar suara gemuruh. Ternyata rumah di depan seberang warung milik anak saya amblas karena longsor,” terangnya sembari mengungsi menyelamatkan barang.Kemudian seorang pemuda bernama Juni, salah satu pemilik rumah yang amblas pertama kali akibat longsor menerangkan, saat kejadian dirinya sedang bersama ibunya di dalam rumah. Disaat terjadi longsor, dirinya bersama ibunya langsung menyelamatkan diri keluar rumah.

“ Saya lagi tiduran di dalam rumah. Saat itu hanya ada saya dan ibu saya. Diwaktu terjadi longsor saya dan ibu langsung menyelamatkan diri keluar rumah. Bahkan saya sama sekali tidak bisa menyelamatkan seluruh barang di rumah, termasuk sepeda motor saya,” terang penjual empek-empek di rumahnya ini.

Pantauan media ini, di lokasi kejadian sudah di pasang garis pembatas oleh pihak perusahaan, Polsek Sangasanga, Koramil dan BPBD Kukar. Satu persatu rumah warga amblas terhitung sejak pukul 2 siang hingga 5 sore hari. Terakhir sebuah rumah makan Blitar yang amblas ke dalam tanah.

“ Soal ini kita sudah laporkan ke Dinas PU Provinsi serta kepada Plt Bupati Kukar dan Dinas Perhubungan. Insya Allah besok (Jumat,Red.) mereka akan kesini untuk meninjau,” kata Camat Sangasanga, Gunawan.Lokasi longsor itu letaknya hanya 100 meter dari lokasi penggalian tambang batubara. Saat ini pihak kecamatan belum bisa memastikan apakah itu masuk dalam konsesi PT ABN atau lainnya. Bahkan ucap Gunawan, dirinya juga belum mengetahui lebih pasti apakah tambang itu masih beroperasi atau tidak atau milik PT ABN atau bukan. Pasalnya, Gunawan mengaku baru melihat ada lokasi tambang dibelakang rumah warga tersebut.

“ Kita baru melihat juga setelah kejadian ini dan karena terbuka seperti ini barulah kita melihat adanya lokasi tambang itu,” bebernya.

Namun ungkapnya, pihaknya sudah mendapatkan laporan secara lisan dari PT ABN terkait kejadian ini dan para korban pemilik rumah.

“ Sudah ada laporan sementara saja, dan belum terima laporan detailnya lagi. Nanti kita akan buatkan posko pengungsian dan warga yang rumahnya rusak dan dekat lokasi kejadian akan kita ungsikan semua,” kata Gunawan.

Untuk diketahui, kejadian putusnya jalan penghubung ini sudah dua kali terjadi di Sangasanga. Hal serupa terjadi pada tahun 2013, Jalan Karya Sakti, Kelurahan Sarijaya, Sangasanga akibat pertambangan batubara milik PT Amelia. (Bay)

Berikan Tanggapanmu