MODUS SELEBARAN : Sanido saat diamankan petugas Polsek Muara Muntai karena meresahkan warga di Desa Muara Muntai Ulu lantaran modus membagikan selebaran ayat atau do’a dengan imbalan uang sukarela, Rabu (31/10/2018). (ist)

Resahkan Warga Muara Muntai, Hasil Kegiatan Capai Puluhan Juta

1News.id, KUTAI KARTANEGARA – Warga Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara (Kukar) tepatnya di Desa Muara Muntai Ulu, Rabu (31/10/2018) kemarin diresahkan dengan aktifitas bagi-bagi selebaran ayat atau do’a dengan imbalan uang sukarela. Pasalnya, ketika warga tidak meladeni atau hanya memberikan uang sedikit saja, maka orang yang membagikan selebaran tersebut malah marah.

“ Iya itu benar, warga di Desa Muara Muntai Ulu merasa resah dengan aktifitas tersebut. Soalnya saat warga tidak memberikan uang atau hanya memberi seribu rupiah saja, orang yang membagikan selebaran itu malah ngomel-ngomel dengan menggunakan kata yang tidak menyenangkan,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, melalui Kapolsek Muara Muntai AKP Salamun kepada harian ini, Kamis (1/11/2018).

Sehingga, Rabu pagi sekitar pukul 9 pagi seorang warga melapor ke Polsek Muara Muntai akan aktifitas tersebut.

“ Setelah kami mendapatkan laporan, saya langsung perintahkan anggota saya untuk mencari keberadaan orang itu,” terang Salamun.

Awalnya petugas Polsek Muara Muntai agak kesusahan mencari posisi orang yang selalu berpindah tempat tersebut. Namun sekitar pukul 5sore, petugas mendapat informasi kalau orang itu sedang berada di sebuah keramba ikan milik salah seorang warga di Desa Pulau Harapan, Muara Muntai.

“ Usai mengetahui posisi orang tersebut, anggota saya dibantu dua anggota Koramil Muara Muntai langsung mendatangi lokasi keberadaan orang itu dan berhasil ditemukan untuk diamankan,” ucap Kapolsek, lagi.Kepada petugas, orang yang sudah menginjak usia 63 tahun itu mengaku bernama Sanido asal Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur (Jatim). Sanido mengaku sudah dua hari berada di Muara Muntai membagikan selebaran dengan imbalan uang sukarela tersebut. Selama disana Sanido menginap di sebuah penginapan.

“ Setelah ditemukan, orang tersebut langsung kita bawa ke Kantor Polsek Muara Muntai untuk diberikan pembinaan dan kita tegur agar tidak terlalu berharap imbalan apabila membagikan selebaran itu,” tutur Salamun.

Saat dimintai keterangan, Sanido mengaku itu memang pekerjaannya dan dirinya juga pernah membagikan selebaran itu di Muara Muntai sekitar 2 tahun lalu. Bahkan dalam perjalanan dari Kota Bangun hingga Muara Muntai beberapa hari ini, Sanido berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp 4,5 juta.

“ Itu belum yang ada di buku tabungannya. Saat kita lihat isinya ada Rp 28 juta dan pengakuannya dari hasil membagikan selebaran ayat itu,” beber Salamun.

Usai didata dan diberikan pembinaan, tambah Kapolsek, warga yang diresahkan meminta kepada Sanido untuk meninggalkan Muara Muntai dan sekitar pukul 18.30 wita Sanido dipulangkan menggunakan taksi ke Samarinda.

“ Selain mengomel kepada warga, orang ini juga kerap modus apabila bertemu petugas. Dia kerap berpura-pura stres atau kondisi fisik kurang normal,” ucap Salamun. (bay)

Berikan Tanggapanmu