Kapolres didampingi Kasatreskrim saat menunjukkan barang bukti.
Sudaryo, warga Nusawungu, pelaku pembuat minyak goreng kemasan palsu sedang mempratekkan bagaimana cara mengemas minyak goreng.
Foto: Estanto.

1News.id, Cilacap – Sudaryo (37), warga Dusun Siduren RT 01 RW 04, Desa Karangpakis, Kecamatan Nusawungu, Cilacap, ditangkap Satreskrim Polres Cilacap karena telah melakukan pemalsuan minyak goreng curah dalam kemasan 1 kg.

Dia ditangkap petugas Satreskrim Polres Cilacap, Senin (12/11/2018) di rumahnya, pada saat sedang melakukan pengemasan minyak goreng curah tersebut.

Terbongkarnya praktik haram Sudaryo karena ada warga setempat yang curiga terhadap aktivitas di rumah pelaku.

Saksi akhirnya melapor ke polisi, dan wiraswasta itu pun ditangkap.

Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto membenarkan kegiatan ilegal pelaku.

“Kita tangkap pelaku karena ketahuan memproduksi minyak goreng kemasan tanpa izin baik dari Kemenkes maupun BPOM RI,” kata Kapolres, Kamis (29/11/2018) di Mapolres Cilacap.

Menurut Djoko, saat ditangkap pelaku mengakui bahwa apa yang dia lakukan tidak ada izin, dan dia dalam memproduksi minyak goreng membeli sisa-sisa minyak dari pabrik besar serta tempat-tempat produksi minyak, kemudian dia kumpulkan dan dia olah menjadi minyak goreng curah dalam kemasan plastik 1 kg.

Kapolres menambahkan, aktivitas pelaku ini berjalan dua bulan dan sudah memproduksi 8 ton minyak curah siap edar.

Bahkan, pelaku membeli alat-alatnya sendiri seperti dua tabung untuk menyuling, plastik untuk kemasan, juga beberapa botol untuk kemasan.

Setelah dilakukan pengecekan dengan pihak Dinkes kadar air di kemasan minyak tersebut terlalu banyak dan di atas standar sehingga tidak layak dikonsumsi. Terlebih karena minyaknya minyak sisa pabrik yang memang tak pantas untuk konsumsi masyarakat.

“Pelaku bakal kita jerat dengan UU Perlindungan Konsumen, UU Kesehatan, dan UU Pangan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun,” tandas Djoko.

Sementara pelaku mengatakan, dirinya sudah memproduksi 600 karton. Per bungkus dia jual Rp 10.500 dan dia ambil untung Rp 3.000 per bungkus.

Ditanya sistem penjualannya, Sudaryo mengatakan diambil lewat salesnya atau diedarkan secara umum dan kini sampai Banyumas dan sekitarnya, termasuk Cilacap.

“Sebenarnya saya sudah mengurus izin tetapi belum turun,” pungkasnya yang bikin gerr. (Red/E)

Berikan Tanggapanmu