Ft : Ketua Timsel Bambang Iswandi (Tono)

Ikuti Tes Computer Assisted Test di Kampus IAIN Samarinda

1News.id, SAMARINDA – Sebanyak 145 orang calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi dan Kabupaten/Kota Zona I di Kalimantan Timur (Kaltim) sedang mengikuti tes Computer Assisted Test (CAT) di Ruang Laboratorium Komputer, Kampus 2 Institud Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda yang terletak di Jalan H.A.M.Rifandin, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda, Senin 19 November 2018. 

Pelaksanaan CAT dilaksanakan sebanyak 4 sesi. Itu dimulai dari calon peserta wilayah Samarinda sejak pukul 08.00 – 10.00 wita. Kemudian dilanjutkan dengan peserta Provinsi Kaltim dan Bontang pada pukul 10.00 wita. Sedangkan calon peserta dari Kutai Kartanegara (Kukar) baru dimulai pukul 13.00 wita, disusul dengan peserta dari Berau dan Kutai Timur (Kutim) pada pukul 15.00 wita.

Tes ini merupakan tahapan seleksi penjaringan anggota Komisioner KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota melalui rekrutmen. Dimana sebelumnya dilaksanakan penelitian administrasi oleh Tim Seleksi (Timsel).

“ Jadi hari ini (Senin,Red.) tes CAT kita adakan sebanyak 4 sesi hingga sore. Waktu yang diberikan hanya 90 menit (waktu bersih) ditambah 15 menit untuk tutorial pelaksaan CAT sebelum tes dimulai. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan dalam hal teknis bagi peserta yang baru pertama kali menikuti tes,” jelas Ketua Timsel, Bambang Iswandi kepada awak media.

Untuk materi yang diujikan dalam tes berbasis komputer ini meliputi, Pancasila, UUD RI 1945, Bhinneka Tungal Ika, Ketatanegaraan, Kepemiluan, Kepartaian, dan Lembaga Penyelengaraan Pemilu. Dimana peserta yang terseleksi pada tes kali ini akan diurut atau diberi peringkat berdasarkan skor tertinggi dan hasilnya akan langsung keluar pada hari ini juga.

Peserta calon anggota Komisioner KPU yang lolos pada tes CAT, nantinya akan menjalani tes psikologi, kesehatan dan wawancara. Kemudian, terang Bambang, penetapan jumlah peserta yang dinyatakan lolos mengacu pada Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) RI Nomor 7 Tahun 2018 tentang seleksi anggota KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota, tepatnya pada Pasal 21.

“ Itu sesuai dengan kebutuhan yang kita ketahui, penetapannya paling banyak 7 kali dari jumlah calon anggota KPU Provinsi yang dibutuhkan. Sedangkan untuk Kabupaten/Kota jumlahnya 6 kali dari jumlah calon anggota KPU yang dibutuhkan,” urainya.

Mengenai mekanisme pelaksanaan tes CAT yang masih terbilang anyar, Bambang menuturkan sebagai calon anggota (penyelengara pemilu), peserta harus memiliki pengetahuan yang cukup luas tidak hanya wawasan saja, namun juga secara teknis.Sementara itu, Firman Hidayat, salah satu peserta calon Komisioner KPU asal Samarinda mengaku telah mempersiapkan dirinya secara khusus untuk mengikuti tes kali ini.

“ Persiapan khusus pasti ada, karena tes menyangkut kepemiluan merupakan kali pertama. Jadi memang perlu persiapan khusus seperti harus memahami undang-undang kepemiluan, Pancasila dan UUD 1945. Serta memahami tahapan-tahapan kinerja KPU sebagai penyelenggara pemilu seperti yang tertuang dalam peraturan perundangan,” aku Firman kepada harian ini.

Firman yang memiliki basic sebagai Jurnalis di Kaltim ini mengaku baru pertama kali mengikuti pencalonan anggota Komisioner KPU tingkat Kabupaten/Kota ini.

“ Ya ini kali pertama. Tes tertulis dengan metode ini perlu kehati-hatian yang harus dilakukan dengan serius dan harus di jawab dengan benar. Paling tidak kita harus mengerti soal NKRI, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Kepemiluan, Ketatanegaraan, juga soal integritas, profesionalitas dan kepemimpinan,” terang mantan Koordinator Devisi Anggaran Pokja 30 ini. (Ono918)

Berikan Tanggapanmu