Foto:Parsito

1News.id, Purwokerto – Aksi heroik dua pelajar SMA Negeri 1 Purwokerto, Priyatno Budi dan Hibatullah Akbar Novianto saat upacara Hari Sumpah Pemuda Minggu (28/) kemarin mendapat perhatian berbagai pihak termasuk Wakil Bupati Banyumas Drs Sadewo Tri Lastiono. Aksi heroik tersebut bermula saat petugas pengibar bendera membentangkan Merah Putih, talinya putus sehingga pengaitnya tertarik ke ujung tiang.

Ketika melihat tali pengait tertarik ke puncak tiang bendera, Priyatno Budi yang merupakan Ketua Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) SMAN 1 Purwokerto langsung lari dan memanjat tiang bendera, namun tidak berhasil sampai puncak tiang. Melihat temanya tidak bisa melakukan penyelamatan, tiba-tiba Hibatullah Akbar Novianto salah seorang siswa berlari kedekat tiang bendera, dengan cepat melepas sepatu kemudian memanjat tiang bendera dan berhasil meraih tali, sehingga upacara dapat dilanjutkan.

Kepala SMAN 1 Purwokerto, Mohammad Husain mengatakan dirinya sangat cemas saat ada peristiwa itu karena suasana begitu hening dan sedikit mencekam. Anak-anak menangis karena tali bendera putus.

“Kami selaku kepala sekolah dan dewan guru, tidak terucap perintah maupun melarang kejadian itu. Karena kejadian begitu cepat dan sepontan, hanya rasa was-was yang ada saat mereka naik tiang bendera, sehingga hanya doa yang sempat terucap dalam hati agar tiang bendera kuat menahan beban Akbar yang berkisar 64 kg, Alhamdulillah semua lancar dan upacara dapat diselesaikan dengan haru,” katanya Senin (29/10)

Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono saat mengunjungi kelas XII IPA 5 dimana Hibatullah Akbar Novianto belajar mengaku bangga atas tindakan cepat yang dilakukan oleh dua siswa tersebut. Walupun peristiwa ini tidak harus ditiru, Wabub menilai keberanian kedua siswa itu sangat membanggakan, sebagai bukti cintanya terhadap lambang negara.

“Selama ini di Banyumas baru pernah terjadi, saya menilai ini bukti keberanian pemuda Banyumas untuk memperjuangkan kehormatan bangsa dan negara. Saya bangga dengan mereka, semangat dan patriotismenya patut diteladani,” kata Wakil Bupati Sadewo

Wabub sempat berdialog dengan kedua siswa itu didepan kelas. Wabub menyampaikan salam dari Bupati Banyumas Achmad Husein, kemudian bertanya cita cita Hibatullah Akbar memiliki cita-cita masuk Akmil sedangkan Priyatno ingin masuk Akpol.

“Semoga cita cita mereka berdua dapat tercapai, karena mempunyai keberanian yang lua biasa,” kata Wabub sambil menyerahkan tali asih.

Hibatullah Akbar Novianto anggota Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas, saat dimintai keterangan mengaku dirinya spontan melakukan itu, karena temannya gagal melakukan penyelamatan tali. Dia tidak berfikit risiko saat itu yang dia pikirkan hanya menyelamatkan bendera merah putih.

“Saya tidak takut naik tiang bendera, cuma mendekati puncak sempat ngos-ngosan. Tetapi Alhamdulillah saya bisa menarik tali, dan upacara dapat dilanjutkan dengan berkibarnya Bendera Merah Putih,” katanya.(*)

Berikan Tanggapanmu