TERTANGKAP JUGA : Kharuddin alias Botak saat diamankan di Mako Polsek Anggana beserta barang buktinya, Senin (15/10/2018) lalu. (ist)

Sub) Sempat Mau Kabur dan Buang Sabu Dalam Kamar Mandi

1News.id, Kutai Kartanegara – Ibarat kata pepatah, sepintar-pintarnya tupai melompat akhirnya jatuh jua. Itulah yang dialami Kharuddin alias Botak (29) warga Handil D Rt 03 Desa Handil Terusan, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dia ditangkap Satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polsek Anggana lantaran mengedarkan narkoba jenis sabu, Senin (15/10/2018) lalu pukul 18.00 wita.

Menariknya lagi, saat penangkapan terjadi. Botak ketahuan menyembunyikan barang haram tersebut di dalam celana dalamnya (sempak).

“ Waktu kita gerebek rumahnya, pelaku sempat berusaha kabur melalui dapur dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membuang barang bukti yang disimpannya dalam celana dalamnya. Untungnya ada anggota saya yang mengikuti dan pelaku berhasil digagalkan,” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Anggana Iptu Baharuddin kepada harian ini, Rabu (17/10/2018) pagi.

Karuan saja, pria yang berasal dari Kecamatan Parigi Mountong, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) ini tak bisa berkutik dan langsung digiring ke Mako Polsek Anggana beserta barang buktinya.

“ Pelaku ini sudah lama menjadi target operasi (TO) kami. Hanya saja baru ini pelaku berhasil kami amankan. Dari pengakuan pelaku, barang itu diperoleh dari seorang bandar besar di Kecamatan Anggana dan masih dalam pengembangan dilapangan,” terang Baharuddin, lagi.

Untuk barang bukti yang diamankan dari tangan Botak sebanyak 3 poket sabu seberat 11,2 gram dalam kotak permen yang disembunyikan dalam celana dalam, 1 bal plastik klip, 1 sendok skop sedotan plastik, 1 buah bong, 1 korek api, 1 buah timbangan digital, 1 handphone, 1 bungkus berisi tujuh sedotan, uang tunai Rp 450 ribu, serta 1 celana dalam warna abu-abu.

Singkat cerita, pengungkapan narkoba ini berawal saat anggota Polsek Anggana melakukan penyelidikan kasus pencurian accu dan panel tenaga surya di Desa Handil Terusan. Ketika berada disana, anggota malah mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada tiga orang yang diduga mau melakukan transaksi narkoba disalah satu rumah kontrakan di Handil D Rt 3.

Usai mendapatkan info itu, anggota langsung melakukan pengecekan dan ternyata benar, terdapat tiga orang yang sedang berada di dalam kontrakan yang dihuni Botak. Kemudian anggota langsung melakukan penggerebekan dan mengamankan ketiganya.

“ Yang kita jadikan pelaku hanya Botak, sementara kedua temannya kita jadikan saksi,” ucap Kapolsek.

Saat ini, pria yang kesehariannya bekerja sebagai petani tambak sudah mendekam di sel Mako Polsek Anggana dan ditetapkan sebagai tersangka. Botak dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 112 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara. (bay)

Berikan Tanggapanmu