LUBANG TAMBANG : Tampak kolam bekas tambang di Desa Rapak Lambur Tenggarong tempat Alif Faruchi, pelajar SMK Geologi Pertambangan yang dilaporkan hilang tenggelam, Minggu (21/10) siang. Saat ini masih dilakukan pencarian tim gabungan Polres Kukar, Polsek Tenggarong dan Tim Sars. (ist)

Sub) Lagi Memancing Bersama Teman Sekolah, Mencoba Berenang Menyeberangi Kolam

1News.id, Kutai Kartanegara  – Malang nasib Alif Faruchi (15) seorang pelajar kelas 1 SMK Geologi Pertambangan Tenggarong dilaporkan hilang tenggelam di kolam bekas (Eks) tambang yang berlokasi di Rt 4 Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Minggu (21/10/2018) siang sekitar pukul 13.22 wita.

Alif yang diketahui berasal dari Kecamatan Kota Bangun itu tenggelam usai memancing di kolam tersebut bersama lima teman sekolahnya. Selama di Tenggarong, Alif diketahui tinggal bersama seorang gurunya, sementara kedua orang tuanya di Kota Bangun.

“ Saat memancing kami ber enam orang termasuk korban (Alif,Red.) dan kami pergi kesana sehabis dzuhur,” kata Zainul Amin (15) teman sekolah Alif kepada harian ini.

Setibanya disana, lanjut Amin, mereka semua memancing dipinggiran kolam. Namun selang beberapa lama kemudian, ada salah seorang temannya berenang sendiri untuk menyeberangi kolam tersebut.

“ Waktu itu korban bilang ke temannya  ‘ Kok saya tidak diajak ’. Kemudian dia ikutan turun berenang menyusul teman saya yang sudah duluan mau menyeberangi kolam,” ucapnya.

Temannya yang duluan berenang dilihat Amin sudah mau sampai ke pinggiran kolam disisi sebelahnya, sementara Alif masih berenang menyusul. Kemudian, aku Amin, dirinya juga menyusul berenang tak lama setelah Alif.

“ Waktu itu saya lihat teman saya yang duluan sudah mau sampai dipinggiran sebelah sana, sementara korban masih berenang. Saat saya menyusul, saya melihat korban sudah berada ditengah dan meminta tolong,” terang Amin, lagi.

Karuan saja, Amin bergegas mencoba menolong Alif yang berada ditengah kolam. Namun apalah daya, tenaga Amin tak sanggup dan dirinya terpaksa kembali ke pinggir kolam. Bahkan temannya yang berada duluan diseberang sana tak mampu kembali berenang menolong Alif karena sudah terkuras tenaganya.

“ Kami kehabisan tenaga, bahkan dua teman kami yang lainnya juga mencoba berenang tapi tidak sanggup semua. Akhirnya kami kembali ke pinggiran kolam dan berteriak meminta tolong,” aku Amin.Sewaktu meminta tolong, salah seorang warga sekitar yang mendengar teriakan Amin dkk langsung mendatangi mereka. Setelah itu warga tersebut langsung menghubungi petugas Polsek Tenggarong untuk melaporkan kejadian itu.

“ Saat ini (Maghrib,Red.) kami bersama Tim Sars, BPBD Kukar, Polsek Tenggarong dan Tim Inafis Polres Kukar dibantu masyarakat masih melakukan penyisiran menggunakan perahu karet. Karena hari sudah gelap, maka sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) keselamatan, tidak dilakukan penyelaman pada malam hari, dan akan dilakukan besok (Senin,Red.),” kata Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Tenggarong AKP Triyadi, melalui Kaur Inafis Polres Kukar Aipda Dian Heri Wahyudi saat dikonfimasi.

Kemudian, tambah Dian, saat ini di TKP sudah ada orang tua Alif yang datang langsung dari Kota Bangun beserta guru dan teman sekolahnya yang bersama-sama pergi memancing.

“ Kita sudah meminta keterangan sejumlah saksi (teman-teman Alif). Semoga saja usaha kami melakukan pencarian membuahkan hasil dan korban cepat ditemukan. Korban sendiri sebenarnya bisa berenang, mungkin keram saat ditengah kolam dan tenggelam,” ungkap Dian.Informasi yang dihimpun media ini, lokasi kolam bekas tambang tersebut dulunya merupakan lahan tambang milik PT Trias (TBS) dan sudah tutup sekitar 10 tahun lalu. Jarak menuju lokasi tersebut lumayan jauh dari pusat Kota Tenggarong. Untuk menuju ke lokasi kolam, harus melintasi Jalan Usaha Tani atau masuk melalui Jalan Pasar Mangkurawang Tenggarong dengan menempuh perjalanan beberapa kilometer ke dalam. Pencarian sendiri dihentikan pukul 20.00 wita dan akan dilanjutkan besok pagi. (bay)

Berikan Tanggapanmu