RAYUAN BERBISA : Nurhani (kedua dari kanan) dibekuk petugas Polsek Loa Janan pada Kamis (4/10) dini hari, lantaran diduga menipu sebesar Rp 31 juta di Kecamatan Kembang Janggut, Kukar. (Ist)

1News.id, Kutai Kartanegara – Nurhani (34) warga  RT 21 Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dikenal sebagai ibu-ibu biasa alias ibu rumah tangga (IRT). Tapi siapa sangka, Nurhani berani mengaku sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil atau sekarang disebut Aparatur Sipil Negara alias ASN) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar.

Walhasil, dengan aksi itu mampu mengantongi uang sebesar Rp 31 juta, meskipun Kamis (4/10) kemarin, Nurhani mendekam di tahanan Polsek Loa Janan. Ya, Nurhani nekat menipu seorang bidan muda, sebut saja inisialnya TH, asal Kecamatan Kembang Janggut. Kepada TH, Nurani mengaku bisa meluluskan uji kompetensi bidan, dengan “mahar” sebesar Rp 15 juta.

“TH memberikan bayaran sebesar Rp 15 juta itu kepada Nurhani sekitar Januari 2018 lalu, melalui transfer di Bankaltim Desa Kembang Janggut. Setelah 9 bulan tidak ada kabar lagi mengenai hasil kelulusan uji kompetensi bidan itu, maka TH bertanya kepada Nurhani. Nurhani lalu menyebut, memang belum dapat kabar hal itu dari pejabat berwenang,” ujar Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kapolsek Loa Janan AKP M Dahlan Djauhari.

Bukan itu saja, belum lagi menyerahkan sertifikat lulus uji kompetensi bidan kepada TH, justru Nurhani melancarkan lagi jurus bagi. Ibu-ibu asal Desa Loa Janan Ilir tersebut malah minta tambahan Rp 16 juta kepada TH, jika ingin jadi PNS bertugas di Puskesmas Kembang Janggut. Entah bagaimana pikiran TH, tanpa basa-basi langsung meneransfer Rp 16 juta tersebut ke rekening Nurhani, awal Oktober 2018.

“Jadi TH selaku korban telah menyerahkan uang Rp 31 juta kepada Nurhani,” kata Kapolsek Djauhari.

Barulah setelah bablas uangnya sebesar Rp 31 juta, TH kemudian gencar menghubungi Nurhani, meminta supaya Rupiah-nya dikembalikan. Sedangkan Nurhani, begitu ada gelagat kurang baik, langsung kabur sehingga TH kehilangan jejak. Mau tidak mau TH kemudian melapor ke Polsek Loa Janan. Begitu menerima laporan dari korban, Kanit Reskrim Polsek Loa Janan Ipda Edy Hariyanto bersama anggota lalu dikerahkan ke lapangan.

“Kamis (4/10) dini hari pelaku tertangkap di kediamannya di Loa Janan Ulu. Tapi pelaku akan diserahkan ke Polsek Tenggarong. Karena juga ada laporan kasus serupa terjadi pada wilayah hukum Polsek Tenggarong,” tambah Djauhari. (bay)

Berikan Tanggapanmu