LAPOR POLISI : Tampak AS saat melapor kasus penganiayaan terhadapnya di Kantor Polsekta Samarinda Kota, Rabu (16/10/2018) dini hari. (Ono)
1News.id, SAMARINDA – AS (21) mahasiswa di salah satu Universitas Negeri di Samarinda ini harus menerima bogem mentah dari MR (22) warga Samarinda, Selasa (16/10/2018) dini hari sekitar pukul  00.45 wita, lantaran hendak mencoba mengauli istri MR di kawasan Jalan Pelabuhan, Samarinda.
Perkara ini bermula saat AS mahasiswa semester IV asal Bogor ini tengah asik menenggak minuman keras dan bermain judi poker (jenis permainan judi kartu) di Gang Rombong bersama tiga orang yang baru ia kenal, salah satunya adalah MR. Kepada polisi, AS mengaku sudah sering menyambangi lokasi tersebut.
” Sebelumnya saya sudah pernah kesana bersama teman satu kampus untuk bermain poker. Karena sudah mengetahui tempatnya, jadi tadi saya pergi sendirian. Saya juga baru kenal dengan tersangka,” terang AS saat diperiksa di Polsekta Samarinda Ilir, Jalan Bhayangkara.
Saat itu, AS yang tengah mabuk berupaya untuk membujuk MR untuk mencarikannya seorang teman kencan, dengan memberikan MR uang sebesar Rp 250 ribu. Namun kondisi MR yang saat itu dalam kondisi setengah sadar, merasa tersinggung dengan perkataan AS. Pasalnya, teman kencan yang di inginkan AS adalah istri MR yang tengah hamil 6 bulan.
” Itu inisiatif saya sendiri, jadi saya bilang aja langsung sama dia (MR,Red.) kalau saya mau kencang sama istrinya. Sebelumnya sudah saya kasih uang Rp 110 ribu untuk beli anggur kolesom, baru saya tambahin Rp 250 ribu lagi untuk teman kencan. Uangnya sudah diambil, tapi setelah saya tunggu – tunggu dia tidak kembali. Jadi saya langsung cari dia untuk menagih janji, dan setelah ketemu dia langsung marah dan memukul saya beberapa kali. Bahkan dia hampir saja memukuli saya dengan sebatang kayu,” ucap pria kelahiran tahun 89 yang tinggal di kawasan Samarinda Seberang ini.
Mengenai hal tersebut, Kanit Reskrim Polsek Samarinda Kota Ipda Purwanto membenarkan kejadian itu. Dia menerangkan kalau AS dan MR memang asik minum bersama dan berkata kepada MR untuk mencarikan wanita untuk ditiduri yang tak lain adalah istri MR sendiri.
” Pelaku saat itu menyanggupi dan korban langsung memberikan uang kepada pelaku. Padahal pelaku hanya berpura-pura dan hanya mau mengambil uangnya saja. Nah pas pelaku tak kembali-kembali, korban mencari dan meminta apa yang telah disanggupi tersebut,” ucap Purwanto kepada harian ini.
Kemudian lanjut Purwanto, AS yang merasa dibohongi langsung mencari MR. Namun MR yang telah kesal atas permintaan tersebut langsung menganiaya AS ditempat.
” Korban yang tidak terima atas perlakuan tersangka langsung melaporkan kejadian tersebut ke pos polisi terdekat,” jelas Kanit.Usai dilaporkan, aparat kepolisian yang bertugas malam itu berhasil mengamankan MR beserta barang bukti berupa uang yang digunakan sebagai alat transaksi. Saat ini, MR yang ditetapkan sebagai tersangka telah diamankan di Polsek Samarinda Kota. Atas kejadian tersebut MR dikenakan Pasal 351 KUHP ayat I tentang penganiayaan dengan hukuman penjara 2 tahun 8 bulan. (Ono918)

Berikan Tanggapanmu