ADEGAN ULANG : Tampak Sumanto memperlihatkan cara menikam Rehan dalam adegan rekontruksi di Waduk Panji Sukarame Tenggarong, Selasa (16/10/2018) pagi. (1News)

Sub) Polres Kukar Gelar Rekontruksi Kasus Pembunuhan di Kecamatan Tabang

1News.id, Kutai Kartanegara – Kepolisian Resor Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa  (16/10/2018) pagi sekitar pukul 10.00 wita menggelar rekontruksi kasus pembunuhan seorang pria bernama Rehan (35) warga Kecamatan Tabang, Kabupaten Kukar. Rehan tewas akibat ditusuk menggunakan badik dibagian perut oleh Edi Purwanto alias Sumanto (19) warga Kecamatan Linggang Bigung, Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Rekontruksi dilakukan di Waduk Panji Sukarame, Kecamatan Tenggarong. Dalam rekontruksi itu terdapat 22 adegan yang menceritakan dari awal permasalahan hingga terjadi pembunuhan dan penemuan mayat. Rekontruksi sendiri disaksikan oleh Kanit Pidum Polres Kukar Ipda Ariyanto SH, Kaur Inafis Aipda Heri Dian Wahyudi, Jaksa, Pengacara, personel Polres Kukar dan Polsek Tabang , hingga sejumlah saksi yang di datangkan langsung dari Tabang.

Kapolres Kukar AKBP Anwar Haidar, didampingi Kasat Reskrim AKP Damus Asa menerangkan, dalam rekontruksi ini terdapat dua korban yakni Rehan (35) dan Stefanus Hajang alias Hajang (23) warga Tabang. Namun dari dua korban itu Rehan yang tewas, sedangkan Hajang mengalami luka robek dibagian leher belakang dan harus mendapat 12 jahitan.

Berawal pada Rabu (12/9/2018) bulan lalu di Desa Muara Salu, Tabang. Saat seorang warga bernama Supri menemukan mayat tergeletak di dlam  rumahnya sekitar pukul 6 pagi. Setelah itu Supri langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tabang.

“ Setelah mendapat laporan ada penemuan mayat. Tim gabungan Polres Kukar dibantu Polsek Tabang langsung bergerak melakukan penyelidikan. Awalnya anggota minim saksi, namun setelah diselidiki hingga ke seluruh masyarakat sekitar, diketahui kalau malam sebelum penemuan mayat terdapat perkelahian di Desa Muara Kebaq, yang jaraknya hanya 100 meter dari lokasi penemuan mayat itu,” terang Damus kepada harian ini usai rekontruksi.

Dari itulah lanjut Damus, petugas gabungan langsung mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk mencari siapa saja yang melakukan perkelahian. Hingga akhirnya, petugas mendapat informasi kalau perkelahian itu dilakukan oleh Sumanto.Alhasil, hanya memakan waktu selama 6 jam, Sumanto berhasil diciduk di rumah kontrakannya yang berada di Desa Bila Talang sekitar pukul 1 siang. Ketika ditanya petugas, Sumanto awalnya tidak mengakui korban yang terkena badik miliknya sebanyak dua orang, melainkan satu orang saja yakni Rehan. Namun setelah diperlihatkan foto Hajang, Sumanto tak bisa berkelit dan mengakui kalau dirinyalah yang melakukan. Sementara badik yang digunakan berhasil ditemukan usai dibuang oleh Sumanto sekitar 50 meter dipinggir jalan tak jauh dari lokasi perkelahian.

“ Saat ini kasus ini sudah mau tahap I , sehingga dilakukan rekontruksi guna melengkapi berkas. Dalam kasus ini tersangka di jerat dengan Pasal 338 KUHP subs Pasal 351 ayat 3 dan Pasal 351 ayat 2 tentang pembunuhan dan penganiyaan yg mengakibatkan luka berat , dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” jelas Damus.

Singkat cerita, kasus perkelahian ini berawal saat Sumanto menegur Hajang agar tidak membawa kendaraan dengan kecepatan tinggi saat melintas di jalan kampung. Ternyata teguran itu membuat Hajang emosi. Usai menegur Hajang, Sumanto melanjutkan perjalanan untuk naik ke gunung. Dalam perjalanan itu, Sumanto kembali bertemu dengan Wahyu (teman Hajang,Red.) dan Silva (saudara Wahyu,Red.). Karena ada masalah pribadi dengan Silva, Sumanto kembali menegurnya, namun melihat hal itu Wahyu langsung mengatakan “ Jangan ganggu adikku ”.

Karuan saja, Wahyu bergegas mendatangi Hajang, sedangkan Silva pergi entah kemana. Ketika Wahyu bertemu Hajang, Wahyu langsung menceritakan kalau Sumanto mencari masalah. Tak lama kemudian, Rehan datang dalam keadaan mabuk dan keduanya pun kembali mengatakan kepada Rehan kalau Sumanto cari-cari masalah.

“ Nah, malam itu Rehan dan Hajang mendatangi Sumanto saat sedang berkumpul. Saat berada diatas sepeda motor, keduanya mengatakan siapa yang cari masalah?. Mendengar itu, Sumanto yang juga dalam kondisi mabuk langsung mencabut badik dan melompat mencoba menikamkan badik ke leher Hajang yang dibonceng,” ucap Damus.

Beruntung saat itu Hajang mencoba menghindar, sehingga hanya mengalami luka robek dileher bagian belakangnya akibat terkena ujung badik. Melihat Hajang berserakan darah dan terduduk disamping sepeda motor, Rehan yang saat itu membawa parang langsung melayangkan parang itu ke arah Sumanto dan ketiga temannya yang sedang berkumpul. Akibatnya Sumanto yang masih memegang badik, kembali menyerang Rehan dan menancapkan badik ke bagian perut Rehan.

“ Setelah perkelahian itu, tersangka melarikan diri termasuk saksi-saksi lainnya. Bahkan kedua korban juga mencoba menyelamatkan diri ke arah yang berbeda. Hingga akhirnya besok paginya (Rabu,Red.) korban atas nama Rehan ditemukan tak bernyawa di rumah warga, sedangkan korban satunya (Hajang,Red.) berhasil diselamatkan warga dan dibawa puskesmas untuk perawatan medis,” urai Kasat.

Kepada pewarta, Sumanto sama sekali tidak mengenali Rehan, tapi hanya mengenal Hajang saja.

“ Kalau sama dia (Rehan,Red.) saya tidak kenal, bahkan tidak pernah berkumpul. Tau-tau saya di datangi dan dia mengatakan siapa yang cari masalah? Nah saya yang habis minum dan mabuk langsung emosi, kemudian saya tikam mereka berdua,” aku Sumanto saat ditemui usai rekontruksi.

Pria yang kesehariannya bekerja mendulang emas ini menyadari akan awal mula permasalahannya. Dia memperkirakan karena dirinya menegur Hajang saat berkendara sepeda motor dengan kecepatan tinggi.

“ Mungkin karena saya tegur itu mereka marah dan mendatangi saya. Awalnya saya tidak mau meladeni, tapi karena mereka seperti menantang, akhirnya kesabaran saya habis dan saya langsung mencabut badik yang tiap hari saya bawa dipinggang,” ucap Sumanto. (bay)

Berikan Tanggapanmu